Ketua DPW PKB Jatim, Abdul Halim Iskandar (dua dari kanan), Ketua DPC PKB Surabaya, Musyaffak Rouf dan Fandi Utomo memberi keterngan pers di kantor DPC PKB Surabaya. foto: ist
Halim menuturkan, walaupun sebelumnya Fandi ada di partai lain, tapi sosoknya merupakan kader NU tulen. Karena itu tidak ada alasan untuk PKB tidak mengusung Fandi Utomo. Apalagi sekarang sudah kembali ke pangkuan PKB.
Sementara itu, Ketua PKB Kota Surabaya, Musyaffak Rouf, mengatakan bahwa pihaknya siap mewujudkan tiga sukses yang dimandatkan DPP.
"Kalau Ketua DPRD Surabaya (PKB) sudah pernah, sekarang adalah (targetnya) wali kota. Jadi, tahun 2019 Pileg dan Pilpres, lanjutannya tahun 2020 Pilwali (Pemilihan Wali Kota)," tandas mantan Ketua DPRD Surabaya itu.
Terpisah, Fandi Utomo mengatakan pihaknya sebagai kader akan bekerja keras untuk mensukseskan mandat partai, dan sebagai kader pihaknya siap menjalankan tugas partai untuk maju Pilwali. Terlepas dari itu dirinya juga ingin menjawab tantangan gubernur terpilih Khofifah Indar Parawansa yang menantang dirinya di forum terbuka untuk maju pilwali Surabaya.
“Tantangan gubernur terpilih ibu Khofifah, menjadi dorongan buat saya untuk berikhtiar dengan sungguh-sungguh maju dalam pertarungan Pilwali Surabaya,” pungkas mantan pimpinan Komisi II DPR RI tersebut. (mdr/ns)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




