SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Upacara 17 Agustus di Makorem 084/Bhaskara Jaya berlangsung khidmat. Upacara diikuti seluruh prajurit Korem 084/Bhaskara Jaya, Jumat (17/8).
Pembacaan teks proklamasi yang dilakukan Kepala Staf Korem (Kasrem), Letkol Arm Aprianko Suseno. Melalui amanat Kasad, Jenderal TNI Mulyono yang dibacakan, Kasrem menuturkan jika peringatan kemerdekaan merupakan bentuk penghormatan ke para pahlawan, sekaligus rasa syukur kepada Tuhan yang telah mengkaruniasi bangsa Indonesia dengan kemerdekaan.
BACA JUGA:
- Persiapan Kunker Wapres RI, Korem 084/BJ Laksanakan Apel Gelar Pam VVIP
- Lepas Keberangkatan Arus Balik Lebaran 2022, Kasrem 084/BJ: Jika Lelah, Jangan Dipaksa
- Gelar Jumat Berkah, Korem 084/Bhaskara Jaya Bagikan Nasi Kotak dan Tali Asih di Sejumlah Titik
- Pimpin Apel Luar Biasa, Danrem 084/Bhaskara Jaya Serahkan Bingkisan Lebaran kepada Para Prajurit
“Akan tetapi, seiring perkembangan teknologi, seakan menjadi acaman baru yang sulit dilihat dan dirasakan. Bahkan, memiliki potensi daya hancur yang lebih hebat terhadap kedaulatan sebuah negera, yaitu ancaman informasi,” jelas Kasrem.
Perkembangan tersebut, menurut Kasrem, terbukti mampu mempengaruhi cara berpiki dan perilaku manusia dalam kehidupan sehari-hari. Terlebih dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Sehingga, semangat persatuan dan kesatuan bangsa, serta nilai-nilai musyawarah untuk mufakat, semakin memudar dan tergantikan ego sektoral, serta intoleransi yang semakin menguat,” kata Letkol Aprianko.
Tak hanya itu saja, menurutnya, penggunaan dan penyalahgunaan narkotika yang semakin merajalela. Hal itu juga menjadi perhatian tersendiri bagi pihak TNI. Bagaimana tidak, selain menjadi ancaman, obat-obatan berbahaya tersebut, dinilai mampu merusak mental, sekaligus moral para remaja, yang merupakan simbol generasi penerus bangsa.
“Oleh sebab itu, prajurit TNI-AD harus senantiasa mengedepankan kepentingan nasional, di atas kepentingan pribadi maupun golongan,”tegasnya. “Tingkatkan kepekaan terhadap dinamika kehidupan sosial yang berkembangan, serta tajamkan naluri intelijen dalam rangka deteksi dan cegah dini,” pintanya. (*/ns)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




