Selasa, 21 Agustus 2018 13:02

Lestarikan Budaya Leluhur, Paguyuban Songgo Sukmo Bangkalan Gelar Jemparingan

Minggu, 05 Agustus 2018 21:07 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Ahmad Fauzi
Lestarikan Budaya Leluhur, Paguyuban Songgo Sukmo Bangkalan Gelar Jemparingan
Ketua DPRD Kabupaten Bangkalan Imron Rasyid saat mencoba memanah Jemparingan.

BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Panguyuban Songgo Sukmo Bangkalan menggelar lomba Panahan Tradisional (Jemparingan) Bangkalan di areal Pekemahan Kampung Langgundi, Desa Keramat, Kabupaten Bangkalan, Minggu (5/8/2018).

Acara itu digelar dalam rangka memperingati Dirgahayu Kemerdekaan RI ke-73 serta 3 tahun berdirinya Sunggo Sukma Bangkalan. 

Rachmat, ketua Paguyuban Songgo Sukmo menjelaskan bahwa Jemparingan (panahan) ini adalah budaya leluhur Nusantara sejak zaman Kerajaan Mataram. Jemparingan bagian dari keahlian yang wajib dimiliki bagi para prajurit atau Ksatria agar dapat mampu menjaga wilayah kekuasaanya dari ancaman atau seragan dari musuh.

"Kalau di pasukan sekarang snipernya, karena hanya prajurit tertentu atau keluarga Bangsawan yang memiliki keahlian Jemparingan," kata Rachmat.

Bedanya dengan panahan moderen Rachmat menjelaskan, yakni dari mekanismenya. Kalau panahan modern memanah dengan berdiri, sementara jemparing dengan cara duduk.

"Bedanya, pria duduk bersila, wanita duduk dengan menyerong. Dan dari sisi custom peserta wajib memakai pakai adat dan blangkon untuk pria," tambahnya.

Maksud dan tujuan dari perlombaan ini, lanjutnya, selain memeriahkan HUT RI ke-73 juga lebih memperkenalkan ke masyarakat Bangkalan khusus Madura dan Jatim umumnya. 

"Kita punya olahraga warisan leluhur yang harus dibudayakan dan dilestarikan. Mengingat bahwa Madura adalah warisan dari Kerajaaan Cakraningrat, sementara Panglima Perangnya Kerajaan Mataram adalah Cakraningrat Pertama Raden Prasena (makamnya ada di Lingkungan Pemakaman Rato Ebuh Desa Buduran, Kec. Arosbaya Bangkalan Madura)," beber Rachmat.

(Moh. Hendrawan, cucu Pakubuwono X)

Acara semakin bermakna saat cicit Pakubuwono X atau cucu dari Kiai Ageng Pembayun yakni Mohammad Hendrawan Cakraningrat yang saat ini tinggal di Pamulang Tangerang Selatan itu, hadir menyaksikan langsung lomba Jamparingan.

"Saya bangga diundang datang ke Bangkalan dalam rangka memberikan dorongan dan support untuk para Jamparingan Madura khususnya Bangkalan. Agar ke depan terus dapat membudayakan dan melestarikan budaya leluhur Kita bersama," harap Hendrawan. (uzi/ian)

Sabtu, 11 Agustus 2018 16:43 WIB
Oleh: Ach. Taufiqil Aziz*Sekitar jam 17.00, pada 9 Agustus 2018, kami sekeluarga masih menonton stasiun televisi tentang pengumuman Cawapres Jokowi. Di televisi, beberapa stasiun dan pengamat sudah menganalisa bahwa Mahfud MD (MMD) yang akan menjadi ...
Kamis, 16 Agustus 2018 17:26 WIB
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   In ahsantum ahsantum li-anfusikum wa-in asa'tum falahaa fa-idzaa jaa-a wa’du al-aakhirati liyasuu-uu wujuuhakum waliyadkhuluu almasjida kamaa dakhaluuhu awwala marratin waliyutabbiruu maa ‘al...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 18 Agustus 2018 10:03 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Rabu, 08 Agustus 2018 10:41 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Asosiasi Wisata Gua Indonesia (Astaga) dan Mahasiswa Pecinta Alam (Mahipal) Unirow Tuban akhirnya memaparkan data pemetaan gua di Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Data tersebut dikeluarkan setelah tim me...