Demi Berangkat Haji, Penjual Sayur Keliling Asal Tuban Ini Rela Makan Nasi Sisa

Demi Berangkat Haji, Penjual Sayur Keliling Asal Tuban Ini Rela Makan Nasi Sisa Sariati saat ditemui di Embarkasi Surabaya, Selasa (31/7).

Keuntungan yang ia dapatkan dari hasil dagangannya saat ini tidak banyak. Dengan modal Rp 500 ribu, keuntungan yang ia dapatkan berkisar Rp 15 ribu hingga Rp 30 ribu per hari. “Itu pun dagangan tidak selalu habis, masih ada sisa,” tuturnya.

Awalnya dulu tahun 2000-an, lanjut Sariati, keuntungannya lumayan banyak sekitar Rp 50 ribu karena mempunyai langganan catering. ”Tapi tiga tahun ini ibunya sudah pensiun tidak buat catering lagi, jadi tidak langganan dagangan Saya,” ujar Sariati.

Setiap hari, ia menabung uang seadanya sisa makan dan biaya sekolah anaknya, antara RP 3.000 hingga Rp 10.000. Ketika terkumpul uang dalam jumlah agak banyak sekitar Rp 300 ribu, Sariati lantas menabungkan uangnya ke bank.

Tahun 2010, uangnya terkumpul Rp 26 juta. Ia lantas gunakan uang tersebut untuk daftar . Untuk menutup ONH, ia juga gunakan hasil dari dagangannya ini.

"Melalui ini, Saya ingin bertemu dengan rumah Allah dan menjadi yang mabrur. Selepas pulang nanti, Saya akan tetap berjualan sayur keliling sebagai mata pencaharian utama," pungkasnya. (ian/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'SMPN 1 Kertosono Launching Digitalisasi Sekolah':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO