Minggu, 05 April 2020 10:08

Camat Jenu, Kades Remen, dan Mentoso Dilaporkan Warga ke Polisi

Senin, 30 Juli 2018 18:23 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Gunawan Wihandono
Camat Jenu, Kades Remen, dan Mentoso Dilaporkan Warga ke Polisi
Puluhan warga saat meluruk Mapolres Tuban untuk melaporkan Camat Jenu, Kades Mentoso, dan Kades Remen.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Puluhan warga Desa Remen dan Mentoso, Kecamatan Jenu mendatangi Polres Tuban, Senin (30/7). Kedatangan mereka untuk melaporkan Camat Jenu, Moch Maftuchin Riza atas dugaan pemalsuan persetujan warga terhadap penjualan tanah untuk keperluan proyek pembangunan Kilang NGRR yang merupakan proyek join antara Pertamina dan Rosneft.

Selain Camat Jenu, warga juga melaporkan Kepala Desa (Kades) Remen, Eko Prasetyo dan Kades Mentoso, Saji. Pasalnya dalam surat pernyataan yang beredar di warga, keduanya diduga turut menandatangani surat tersebut, seolah-olah ada kesepakatan warga untuk menjual tanahnya kepada Pertamina-Rosneft.

Dalam surat pernyataan tersebut, juga tertuang bahwa warga memberikan hak kepada Bank BNI Cabang Tuban untuk mengelola pembayarannya.

Laporan ini diwakili oleh empat warga yang bertandatangan disertai materai 6000. Pelapor yakni tiga warga Mentoso, Suwarno, Wido, dan Harminton, serta pelapor keempat adalah warga Remen, Sutrisno.

Suwarno menjelaskan, masyarakat Desa Remen dan Mentoso tidak pernah membuat kesepakatan semacam surat tersebut. Menurutnya, masyarakat juga banyak yang menolak saat dimintai persetujuan oleh Camat Jenu maupun Kades Mentoso dan Remen dalam musyawarah.

"Sampai saat ini masyarakat masih kukuh menolak untuk menjual tanah kepada proyek Pertamina-Rosneft," tegasnya.

"Kami laporkan ketiganya, karena dengan adanya peristiwa itu masyarakat sudah dirugikan. Harkat dan martabat masyarakat sudah direndahkan, sehingga menimbulkan adanya saling curiga antara satu dengan yang lainnya," jelasnya.

Sementara warga Desa Remen, Rusdiono mengungkapkan bahwa surat persetujuan yang ditandatangani Camat Jenu, Kades Mentoso, dan Kades Remen adalah palsu. Hal itu terungkap setelah masyarakat melakukan aksi demo di Kantor Kecamatan Jenu pada Jumat (6/7) lalu.

"Untuk foto copy suratnya sudah kami lampirkan. Peristiwa pidana ini sudah terjadi, pengakuan sudah diungkap dan bukti tertulis sudah didapat. Pelakunya oknum pejabat Pemerintah Kabupaten Tuban yang hingga hari ini Senin 30 Juli 2018 masih berupaya untuk terbangunnya Kilang NGRR Tuban. Kini masyarakat menuntut keadilan yang diawali dengan melaporkan Moch Maftuchin Riza, Eko Prasetyo, dan Saji untuk diajukan ke sidang pengadilan," terangnya.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Kaur Bin Ops (KBO) Sat Reskrim Polres Iptu Dean Tomy R mengakui sudah menerima laporan dari warga Remen dan Mentoso. Namun, ia mengatakan bahwa laporan tersebut masih perlu dilengkapi, yakni terkait tujuan laporan dan identitas KTP pelapor.

"Dokumen pelaporannya masih ada kekurangan, dan perlu segera dilengkapi," katanya.

Terkait hal ini, Camat Jenu Moch Maftuchin Riza mengaku belum mengetahui adanya warga yang melaporkan dirinya ke polisi. Sedangkan Kades Remen dan Mentoso hingga berita ini diturunkan belum merespon saat dikonfirmasi. (gun/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 28 Maret 2020 14:13 WIB
Oleh: M Cholil NafisSaat saya wawancara di TV atau radio banyak pertanyaan tentang hadits yang menyebutkan bahwa orang yang meninggalkan jum’atan tiga kali berturut-turut jadi keras hatinya bahkan ada yang menyebut kafir dan wajib bersyahadat kemba...
Sabtu, 28 Maret 2020 23:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*85. Wayas-aluunaka ‘ani alrruuhi quli alrruuhu min amri rabbii wamaa uutiitum mina al’ilmi illaa qaliilaan.Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, “Ruh itu termasuk urusan Tuhanku,...
Jumat, 20 Maret 2020 00:31 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...