Sabtu, 23 Februari 2019 18:52

Tanya-Jawab Islam: Hukum Menikahi Saudara dari Keluarga Kakek

Jumat, 20 Juli 2018 09:30 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: --
Tanya-Jawab Islam: Hukum Menikahi Saudara dari Keluarga Kakek
Dr. KH. Imam Ghazali Said

>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<<

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr wb. Mau tanya Pak ustadz tentang pernikahan dengan saudara. Begini ceritanya; Mbah saya seorang perempuan, keponakan laki-laki mbah saya. Mempunyai anak laki-laki dari mbah saya, yang saya sebut ayah. Pamannya mbah saya mempunyai anak perempuan dan anaknya itu laki-laki (calon saya). Hukumnya diperbolehkan tidak? (Desyana Rahmadayani, Tulang Bawang Barat, Lampung)

Jawaban:

Sekilas memahami cerita Saudari, hubungan antara Saudari dengan laki-laki itu disebut mindoan atau lebih tinggi lagi, dan bukan misanan atau keponakan. Itu kalau benar pemahaman saya atas pertanyaan ini, kalaupun toh masih salah, hubungan keluarga yang Saudari sebutkan itu sudah termasuk saudara jauh dan bukan lagi menjadi mahram yang tidak boleh untuk dinikah.

Mahram itu adalah hubungan keluarga dekat yang tidak sah saling menikah dan tidak membatalkan wudhu jika bersentuhan kulit. Ketentuan mahram ini sudah termaktub di dalam Alquran.

Allah berfirman tentang siapa saja yang mahram bagi kita :

“Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, Saudara-saudara bapakmu yang perempuan; Saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak istrimu yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang telah kamu kumpuli, tetapi jika kamu belum menggauli istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) istri-istri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (Qs. An-Nisa : 23)

Hubungan keluarga di atas itulah yang disebut dengan mahram, yang tidak sah jika saling menikah di antara mereka.

Maka, berdasarkan ayat di atas juga, para ulama membagi mahram ini menjadi tiga macam; Pertama, Mahram karena nasab atau keturunan. Mereka adalah (1) Ibu kandung, (2) anak perempuan kandung, (3) saudara wanita kandung, (4) bibi dari ayah, (5) bibi dari ibu, (6) keponakan wanita dari saudara laki-laki, dan (7) keponakan wanita dari saudara wanita. Dan juga maksud dari kata “ibu” pada ayat di atas ialah ibu, nenek dan seterusnya ke atas. Demikian juga yang dimaksud dengan “anak” perempuan ialah anak perempuan, cucu perempuan dan seterusnya ke bawah.

Kedua, Mahram karena pernikahan. Mereka adalah (1) mertua wanita, (2) anak tiri wanita (anak dari istri), (3) menantu perempuan, (4) ibu tiri, dan (5) saudara ipar wanita. Hanya saja khusus untuk saudara ipar yang wanita tidak menjadi mahram selamanya, suatu saat bisa hilang kemahramannya jika si pria sudah tidak menjadi suami saudaranya itu, karena cerai atau meninggal. Demikian juga bibi dari istri, sama hukumnya dengan saudara ipar.

Ketiga, Mahram karena penyusuan. Artinya menyusu pada ibu yang sama akan menjadi mahram sepersusuan walaupun dilahirkan dari ibu yang berbeda. Mereka adalah (1) ibu yang menyusui dan (2) saudara wanita sepersusuan.

Dari penjelasan di atas, Saudari dengan calon laki-laki yang masih keturunan dari saudara kakek itu bukan mahram. Artinya sudah tergolong saudara jauh dalam agama, walaupun dalam adat dan budaya kita itu masih saudara keluarga dekat. Semoga penjelasan ini dapat memberikan pemahaman agama dalam masalah pernikahan. Wallahu a’lam.

Tim PSC Dinkes Pacitan Siaga 24 Jam, Apa Saja Tugasnya?
Jumat, 01 Februari 2019 06:27 WIB
PACITAN, BANGSAONLINE.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan mempunyai tim public safety center (PSC) yang siaga 24 jam dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Apa saja tugas tim ini? Simak video berikut.
Selasa, 19 Februari 2019 16:59 WIB
BANGSAONLINE.com - Februari udah mau abis aja nih... Saygon Waterpark punya banyak banget promo menarik buat kalian di bulan Februari ini. Ayo... jangan sampai ketinggalan ya...1. Romantic Moment, Berdua Lebih HematBuat kalian yang dateng berdua sama...
Suparto Wijoyo
Rabu, 20 Februari 2019 12:01 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*DEBAT capres kedua telah digelar dengan segala kehormatannya pada 17 Februari 2019. Riuh tepuk tangan dan sorakan terdengar di setiap kerumunan sebagai lahan hiburan politik yang sangat komunalistik. Saya sendiri menepikan dir...
Sabtu, 23 Februari 2019 12:15 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.AgAl-Isra': 24وَاخْفِضْلَهُمَاجَنَاحَالذُّلِّمِنَالرَّحْمَةِوَقُلْرَّبِّارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيٰنِيْصَغِيْرًاۗWaikhfidh...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...