Senin, 18 November 2019 17:51

Gejolak Harga Berbagai Komoditas di Kota Blitar: Telur Turun, Cabai Meroket

Kamis, 19 Juli 2018 17:00 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Akina Nur Alana
Gejolak Harga Berbagai Komoditas di Kota Blitar: Telur Turun, Cabai Meroket
Harga cabai terus mengalami kenaikan pasca Lebaran Idul Fitri lalu. foto: AKINA/ BANGSAONLINE

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Harga sejumlah komoditas di pasar tradisional Kota Blitar sedang bergejolak. Setelah harga telur yang mencapai Rp 27.000 per kilogram turun menjadi Rp 25.000 per kilogram, kini giliran harga cabai rawit merangkak naik.

Harga cabai mulai naik pasca lebaran. Dari harga Rp 27.000 per kilogram kini harganya sudah menyentuh Rp 48.000 per kilogram.

"Usai lebaran setiap tiga hari sekali selalu naik antara 2 sampai 3 ribu. Sampai hari ini harganya menyentuh Rp 48.000 per kilogram," ungkap Susilo, salah satu pedagang cabai di pasar Templek Kota Blitar, Kamis (19/7/2018).

Susilo mengaku naiknya harga cabai di Kota Blitar dipengaruhi berbagai faktor. Selain faktor cuaca, juga karena banyaknya petani cabai yang beralih ke tanaman lain seperti jagung. Petani cabai tidak mau mengambil risiko dengan menanam cabai yang memang rentan terhadap perubahan cuaca, sehingga mengakibatkan sering gagal panen.

Selain itu petani biasanya juga memilih untuk mengirim langsung cabai ke Jakarta. Dengan alasan harga di Jakarta lebih tinggi, daripada hanya dijual di daerah saja.

"Saya ngambilnya dari daerah Blitar Selatan. Kalau beli langsung harganya bisa selisih 5 ribu daripada diantar. Tapi itupun kalau di sana (Blitar selatan) ada barang. Kadang juga gak ada barang karena biasanya mereka kirim langsung ke Jakarta," jelasnya.

Hal senada diakui Sanusi. Wanita yang sudah tahunan menjadi pemasok cabai di Pasar Legi Kota Blitar ini mengaku tahun ini sudah tidak lagi jadi pemasok. Hal itu karena banyaknya petani yang mengirim cabainya ke Jakarta.

"Mereka minta harganya disamain sama Jakarta, kalau pemasok kecil kayak saya ya sudah gak kuat. Sekarang paling keras sehari saya hanya bisa jual 50 kg. Hanya ngecer," tutur Sanusi. (ina/rev)

Badai Kembali Terjang Ngawi, Panggung dan Tenda untuk Lomba Panahan di Alun-alun Porak Poranda
Sabtu, 09 November 2019 00:05 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Hujan disertai angin kencang kembali memporak-porandakan Kabupaten Ngawi, Jumat (8/11) sore. Kali ini badai angin menerjang wilayah alun-alun dan sekitarnya, yang kebetulan sedang digelar lomba panahan....
Jumat, 15 November 2019 23:45 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Wisata Budaya Taneyan Lanjhang yang terletak di Dusun Buddagan I Desa Larangan Luar Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan semakin diminati wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia. Taneyan Lanjhang merupakan rum...
Rabu, 06 November 2019 12:44 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Para elit NU struktural tak bisa menyembunyikan kekecewaannya ketika Presiden Joko Widodo mengumumkan susunan Kabinet Indonesia Maju pada 23 Oktober 2019 lalu. Kekecewaan itu dieskpresikan secara terbuka oleh Wakil Ketua PB...
Senin, 18 November 2019 12:31 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*71. Yawma nad’uu kulla unaasin bi-imaamihim faman uutiya kitaabahu biyamiinihi faulaa-ika yaqrauuna kitaabahum walaa yuzhlamuuna fatiilaan.(Ingatlah), pada hari (ketika) Kami panggil setiap umat dengan pemimpi...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...