Selasa, 18 Februari 2020 19:05

Gejolak Harga Berbagai Komoditas di Kota Blitar: Telur Turun, Cabai Meroket

Kamis, 19 Juli 2018 17:00 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Akina Nur Alana
Gejolak Harga Berbagai Komoditas di Kota Blitar: Telur Turun, Cabai Meroket
Harga cabai terus mengalami kenaikan pasca Lebaran Idul Fitri lalu. foto: AKINA/ BANGSAONLINE

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Harga sejumlah komoditas di pasar tradisional Kota Blitar sedang bergejolak. Setelah harga telur yang mencapai Rp 27.000 per kilogram turun menjadi Rp 25.000 per kilogram, kini giliran harga cabai rawit merangkak naik.

Harga cabai mulai naik pasca lebaran. Dari harga Rp 27.000 per kilogram kini harganya sudah menyentuh Rp 48.000 per kilogram.

"Usai lebaran setiap tiga hari sekali selalu naik antara 2 sampai 3 ribu. Sampai hari ini harganya menyentuh Rp 48.000 per kilogram," ungkap Susilo, salah satu pedagang cabai di pasar Templek Kota Blitar, Kamis (19/7/2018).

Susilo mengaku naiknya harga cabai di Kota Blitar dipengaruhi berbagai faktor. Selain faktor cuaca, juga karena banyaknya petani cabai yang beralih ke tanaman lain seperti jagung. Petani cabai tidak mau mengambil risiko dengan menanam cabai yang memang rentan terhadap perubahan cuaca, sehingga mengakibatkan sering gagal panen.

Selain itu petani biasanya juga memilih untuk mengirim langsung cabai ke Jakarta. Dengan alasan harga di Jakarta lebih tinggi, daripada hanya dijual di daerah saja.

"Saya ngambilnya dari daerah Blitar Selatan. Kalau beli langsung harganya bisa selisih 5 ribu daripada diantar. Tapi itupun kalau di sana (Blitar selatan) ada barang. Kadang juga gak ada barang karena biasanya mereka kirim langsung ke Jakarta," jelasnya.

Hal senada diakui Sanusi. Wanita yang sudah tahunan menjadi pemasok cabai di Pasar Legi Kota Blitar ini mengaku tahun ini sudah tidak lagi jadi pemasok. Hal itu karena banyaknya petani yang mengirim cabainya ke Jakarta.

"Mereka minta harganya disamain sama Jakarta, kalau pemasok kecil kayak saya ya sudah gak kuat. Sekarang paling keras sehari saya hanya bisa jual 50 kg. Hanya ngecer," tutur Sanusi. (ina/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 29 Januari 2020 22:31 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Mendengar kata Gunung Kelud, orang pasti membayangkan kedahsyatan letusannya. Sekali meletus, abu Gunung Kelud bisa menghentikan operasional beberapa bandara. Bahkan, bandara di Yogya pun harus berhenti beroperasi ketika Gu...
Senin, 17 Februari 2020 20:01 WIB
Oleh: M Mas’ud AdnanGus Sholah. Panggilan yang enak didengar. Sekaligus menyejukkan. Siapa pun yang pernah bertemu, berbincang – apalagi akrab. Pasti terkesan: santun, tawaddlu’, sederhana, egaliter dan moderat. Moderat sesungguhnya. Bukan ...
Senin, 10 Februari 2020 11:55 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*81. Waqul jaa-a alhaqqu wazahaqa albaathilu inna albaathila kaana zahuuqanDan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.TAFSIR AKTUALTidak sama an...
Rabu, 29 Januari 2020 10:58 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...