Jumat, 20 Juli 2018 21:45

Kekurangan Guru dan Siswa, ​Kepala Sekolah Curhat ke Plt Wali Kota Malang dan Kadiknas

Rabu, 11 Juli 2018 22:22 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Iwan Irawan
Kekurangan Guru dan Siswa, ​Kepala Sekolah Curhat ke Plt Wali Kota Malang dan Kadiknas
Sutiaji, Plt. Wali Kota Malang, saat memberikan arahan kepada Kepala sekolah se Kota Malang, di aula SMKN 2 Malang, Rabu (11/07). Foto : Iwan Irawan/BANGSAONLINE.

KOTA MALANG, BANGSAONLINE.com - Kekurangan guru masih berlangsung di tahun 2019. Banyaknya guru yang pensiun ditambah perlunya tenaga tambahan guru pendamping khusus (GPK) serta sekolah swasta yang masih kesulitan mencari murid menjadi keluhan sejumlah kepala sekolah.

Keluhan itu didengar sendiri oleh Plt. Wali Kota Malang Sutiaji saat melakukan rapat koordinasi (rakor) guru se-Malang Kota, bertempat di aula SMK Negeri 2 Malang, Rabu (11/07).

Ida Ayu, pengawas sekolah Inklusif mengeluhkan bahwa dirinya mesti mempersiapkan guru dan komponen lainnya sebelum melakukan penerimaan siswa ABK (anak berkebutuhan khusus).  "Agar bisa berjalan sesuai tujuan dan keinginan semua pihak," kata Ida.

Lain halnya dengan Cipto Yuwono, mantan Kepala SDN Lowokwaru 3 ini merasa tugas dan tanggungjawab seorang kepala sekolah sangat besar. "Sehingga membutuhkan perhatian dan support dari Kepala daerah. Terutama perihal banyaknya guru memasuki pensiun di tahun 2019," tegasnya.

Sementara Agus Suharnanta, Kepala SD Kartika 4 mengeluhkan sulitnya mencari siswa. Padahal sekolahnya sudah berperingkat 11 di Kota Malang. "Hal ini mesti ada perhatian serius Pemkot Malang," kata Agus.

Menanggapi keluhan tersebut, Sutiaji dengan lugas dan tegas menyampaikan akan ada penambahan guru. Tapi hal itu, mesti menyesuaikan kebijakan Menpan RB, lantaran kuota yang diberikan hanya 200 orang. 

"Kami juga sudah menyampaikan ke Sekkota, untuk bisa mengajukan tambahan.

Pihaknya mengakui bahwa Kota Malang kekurangan sebanyak 500 guru di tahun 2018 ini. Serta ada 15 Sekolah yang tidak ada kepala sekolahnya. "Itu rencananya akan segera terisi sesuai kompetensinya. Di sisi lain, untuk memacu kinerja ASN (guru), kami tengah memproses pencairan uang makan Rp 20.000/hari selama 4 bulan ke depan sesuai UU yang mengatur di dalamnya," jelas pemenang Pilwali 2018 ini.

"Mengenai guru inklusif, kita akan mengevaluasi sekiranya memang dibutuhkan penambahan. Diknas akan meninjau untuk perimbangan sesuai kebutuhan sekolah. Terpenting,  Sekolah bisa mewujudkan kognitif, afektif serta psikomotorik siswa didukung dengan kebijakan lokal. Sehingga bisa memunculkan karakteristik anak menjadi positif, kuat dan berprestasi," ujarnya.

Zubaidah, Kepala Diknas Kota Malang menambahkan pihaknya sudah mempersiapkannya solusi lewat bank sekolah terkait kekurangan guru sebanyak 500 orang. (iwa/thu)

Oleh: Suparto Wijoyo*
Rabu, 18 Juli 2018 16:49 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo* KABAR pating semliwer memenuhi angkasa dan terhelat dalam belantara bumi nusantara. Para petinggi dan penglamun kekuasaan sedang merancang skenario untuk dapat bertahan, tidak hendak beringsut, tak rela bergeser, apalagi l...
Selasa, 03 Juli 2018 04:36 WIB
Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   Fa-idzaa jaa-a wa’du uulaahumaa ba’atsnaa ‘alaykum ‘ibaadan lanaa ulii ba'sin syadiidin fajaasuu khilaala alddiyaari wakaana wa’dan maf’uulaan (5).Teks ayat kaji ini jelas sekali, beta...
Jumat, 20 Juli 2018 09:30 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Senin, 16 Juli 2018 20:00 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Obyek wisata Pantai Kelapa yang berada di Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban terus berbenah. Beberapa fasilitas penunjang di kawasan obyek wisata pantai tersebut dirombak dan ditambah guna meningkatkan day...