Minggu, 18 November 2018 18:17

Kekurangan Guru dan Siswa, ​Kepala Sekolah Curhat ke Plt Wali Kota Malang dan Kadiknas

Rabu, 11 Juli 2018 22:22 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Iwan Irawan
Kekurangan Guru dan Siswa, ​Kepala Sekolah Curhat ke Plt Wali Kota Malang dan Kadiknas
Sutiaji, Plt. Wali Kota Malang, saat memberikan arahan kepada Kepala sekolah se Kota Malang, di aula SMKN 2 Malang, Rabu (11/07). Foto : Iwan Irawan/BANGSAONLINE.

KOTA MALANG, BANGSAONLINE.com - Kekurangan guru masih berlangsung di tahun 2019. Banyaknya guru yang pensiun ditambah perlunya tenaga tambahan guru pendamping khusus (GPK) serta sekolah swasta yang masih kesulitan mencari murid menjadi keluhan sejumlah kepala sekolah.

Keluhan itu didengar sendiri oleh Plt. Wali Kota Malang Sutiaji saat melakukan rapat koordinasi (rakor) guru se-Malang Kota, bertempat di aula SMK Negeri 2 Malang, Rabu (11/07).

Ida Ayu, pengawas sekolah Inklusif mengeluhkan bahwa dirinya mesti mempersiapkan guru dan komponen lainnya sebelum melakukan penerimaan siswa ABK (anak berkebutuhan khusus).  "Agar bisa berjalan sesuai tujuan dan keinginan semua pihak," kata Ida.

Lain halnya dengan Cipto Yuwono, mantan Kepala SDN Lowokwaru 3 ini merasa tugas dan tanggungjawab seorang kepala sekolah sangat besar. "Sehingga membutuhkan perhatian dan support dari Kepala daerah. Terutama perihal banyaknya guru memasuki pensiun di tahun 2019," tegasnya.

Sementara Agus Suharnanta, Kepala SD Kartika 4 mengeluhkan sulitnya mencari siswa. Padahal sekolahnya sudah berperingkat 11 di Kota Malang. "Hal ini mesti ada perhatian serius Pemkot Malang," kata Agus.

Menanggapi keluhan tersebut, Sutiaji dengan lugas dan tegas menyampaikan akan ada penambahan guru. Tapi hal itu, mesti menyesuaikan kebijakan Menpan RB, lantaran kuota yang diberikan hanya 200 orang. 

"Kami juga sudah menyampaikan ke Sekkota, untuk bisa mengajukan tambahan.

Pihaknya mengakui bahwa Kota Malang kekurangan sebanyak 500 guru di tahun 2018 ini. Serta ada 15 Sekolah yang tidak ada kepala sekolahnya. "Itu rencananya akan segera terisi sesuai kompetensinya. Di sisi lain, untuk memacu kinerja ASN (guru), kami tengah memproses pencairan uang makan Rp 20.000/hari selama 4 bulan ke depan sesuai UU yang mengatur di dalamnya," jelas pemenang Pilwali 2018 ini.

"Mengenai guru inklusif, kita akan mengevaluasi sekiranya memang dibutuhkan penambahan. Diknas akan meninjau untuk perimbangan sesuai kebutuhan sekolah. Terpenting,  Sekolah bisa mewujudkan kognitif, afektif serta psikomotorik siswa didukung dengan kebijakan lokal. Sehingga bisa memunculkan karakteristik anak menjadi positif, kuat dan berprestasi," ujarnya.

Zubaidah, Kepala Diknas Kota Malang menambahkan pihaknya sudah mempersiapkannya solusi lewat bank sekolah terkait kekurangan guru sebanyak 500 orang. (iwa/thu)

Rabu, 14 November 2018 00:10 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SUASANA khusuk menyelimuti Jumat malam 9 November 2018 di lorong-lorong kampung, di ruas-ruas musholla, di beranda-beranda langgar, di ruang-ruang masjid, surau ataupun gardu desa. Rakyat membaca doa dengan selingan renungan tent...
Minggu, 18 November 2018 03:20 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   Wayad’u al-insaanu bialsysyarri du’aa-ahu bialkhayri wakaana al-insaanu ‘ajuulaan (11).Ayat studi ini mengingatkan, betapa watak dasar manusia itu tak sabaran, maunya segera terwujud ap...
Sabtu, 10 November 2018 10:00 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Selasa, 06 November 2018 22:28 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - Dua tahun terakhir Kabupaten Madiun mendapatkan penghargaan Anugerah Wisata Tingkat Provinsi Jawa Timur. Pertama anugerah wisata buatan terbaik provinsi diraih Taman Wisata Madiun Umbul Square tahun 2017, menyusul kemudian ...