Selasa, 18 September 2018 23:23

Pecahkan Rekor MURI, Penguatan Pendidikan 1000 Guru Secara Estafet i 14 Kabupaten/Kota

Rabu, 11 Juli 2018 17:26 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Ronny Suhartomo
Pecahkan Rekor MURI, Penguatan Pendidikan 1000 Guru Secara Estafet i 14 Kabupaten/Kota
Penyerahan rekor Muri di lantai 3 gedung KH. M. Yusuf Hasyim pesantren Tebuireng Jombang.

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Pelatihan penguatan pendidikan karakter yang diikuti 1000 guru secara estafet memecahkan rekor MURI (Museum Rekor Indonesia).

Pelatihan tersebut digelar oleh PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk melalui Charoen Pokphand Foundation Indonesia (CPFI).

Pelatihan tersebut digelar di 14 kota/kabupaten secara estafet. Dimulai pada 13 September 2017 di Tanjungpriok Jakarta dan berakkhir di pondok pesantren Tebuireng Jombang, Rabu (11/7/2018).

"Jadi sudah 14 lokasi. Nah, pelatihan ke014 ini kita gelar di pesantren Tebuireng," ujar Ketua Umum Charoen Pokphand Foundation Indonesia Thomas Effendi di lokasi acara.

Dari 14 lokasi tersebut peserta yang ikut seribu orang lebih. Mereka mendapatkan materi khusus tentang pendidikan karakter dari tim fasilitator yang berasal dari Fakultas Psikologi Universtas Diponegoro (Undip) Semarang.

Thomas menjelaskan, program BPG (Bahkti Pada Guru) tersebut diambil dari dana CSR (Corporate Social Responsibility) PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. Bukan hanya di pulai Jawa, program pelatihan itu juga menyasar kawasan Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, serta Nusa Tenggara.

Pada kesempatan itu, senior Manager MURI Yusuf Ngadri menyerahkan piagam penghargaan kepada Thomas Effendi. Selain itu, Yusuf juga menerahkan buku dari MURI kepada Ketua Umum Charoen Pokphand Foundation Indonesia tersebut.

Yusuf mengatakan, peserta pelatihan guru secara bersambung yang digelar Charoen Pokphand Foundation Indonesia paling banyak.

"Tercatat, sebanyak 1.091 guru mengikuti acara tersebut. Jumlah itu merupakan akumulasi dari 14 kegiatan yang digelar sejak September 2017," kata Yusuf saat menyerahkan penghargaan.

Thomas Effendi menambahkan, program BPG di Jombang digelar selama dua hari, yakni 11-12 Juli 2018 di aula KH Yusuf Hasyim pesantren Tebuireng. Selama dua hari itu, jumlah peserta sebanyak 110 orang. Mereka adalah para guru SD dan SMP sederajat yang ada di Jombang. (ony/dur)

Suparto Wijoyo
Senin, 17 September 2018 22:10 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*DEMOKRASI sejak mulanya adalah kerumunan yang meneguhkan kekuatan tanda kuasa sedang digumpalkan. Rakyat terlibat langsung untuk mengatur penyelenggaraan negara kota (polis) yang skala kepentingan maupun wilayahnya tidak seleba...
Selasa, 11 September 2018 13:55 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   ‘Asaa rabbukum an yarhamakum wa-in ‘udtum ‘udnaa waja’alnaa jahannama lilkaafiriina hashiiraan (8).Cukup jelas pesan ayat studi ini, bahwa Allah SWT pasti menyayangi hamba-Nya yang mau be...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 18 Agustus 2018 10:03 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Minggu, 16 September 2018 18:57 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Wisata susur sungai sekarang sudah ada di Kabupaten Tuban, tepatnya di Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding. Destinasi wisata susur sungai bernama Wisata Tubing ini resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata, Kebuda...