Jumat, 17 Januari 2020 23:54

Ecobrick di Pacitan, Sulap Sampah Plastik Jadi Berkah

Senin, 02 Juli 2018 23:13 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yuniardi Sutondo
Ecobrick di Pacitan, Sulap Sampah Plastik Jadi Berkah
Kegiatan sulap sampah menjadi barang bermanfaat. foto: ist

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Pengolahan sampah non-organik terutama sampah plastik sering kali memicu terjadinya pencemaran lingkungan. Pembersihan sampah plastik dengan cara dibakar akan mengeluarkan molekul dioxin yang beracun yang selanjutnya dapat dibawa oleh hujan dan dapat meracuni sumber air.

Dapat dibayangkan, jika dalam satu hari terdapat sepuluh rumah dalam satu lingkungan yang membakar sampah plastik seberat 1 kg. Berapa ratus kubik air dalam seminggu yang akan tercemar.

Atas dasar inilah, kelompok konsorsium peduli lingkungan yang terdiri dari beberapa elemen masyarakat, organisasi kepemudaan, ibu-ibu PKK, serta pengurus posyandu se-Kabupaten Pacitan, yang didorong oleh satu gerakan nasional Indonesia menuju world clean up day (WCD) berkumpul bersama mengadakan kegiatan pilah sampah plastik. Sampah-sampah tersebut kemudian diolah dijadikan satu benda yang kemudian disebut ecobrick.

Ecobrick adalah metode baru pengolahan sampah plastik yang diperkenalkan oleh Russel Maier, pemerhati lingkungan asal Kanada, sehingga dapat menghasilkan berbagai barang bermanfaat.

"Ecobrick ini sederhana, sampah plastik dikumpulkan, dipotong kecil-kecil kemudian dimasukkan ke dalam botol kemasan bekas air mineral lalu dipadatkan. Kemudian barang bekas ini bisa dibuat berbagai bentuk seperti kursi, meja, almari, bahkan dinding penyekat ruang. Cukup kuat karena botol ini berisi sampah plastik yang dipadatkan," kata Anita Bidaryati, leader world clean up day regional Jawa timur, Senin (02/07).

Gerakan Indonesia menuju world clean up day khususnya di Pacitan ini selain dengan pelatihan pembuatan ecobrick, juga akan melakukan gerakan bersih sungai dan pantai pesisir selatan se-Pacitan. Isu besarnya akan dilakukan serentak sedunia pada 15 September 2018 mendatang. Dan Pacitan adalah kota kedua setelah Banyuwangi yang bersumbangsih dalam WCD secara mandiri kemasyrakatan yang bersinergi dengan pemerintah dan dunia usaha. (yun/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 01 Januari 2020 19:47 WIB
BLITAR, BANGSAONLINE.com - Wisata Edukasi Kampung Coklat di Kabupaten Blitar baru-baru ini telah menghadirkan spot instagramable bagi para pengunjung.Lokasi wisata yang terletak di Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar tersebut ...
Senin, 13 Januari 2020 16:17 WIB
Oleh: M Mas’ud AdnanKHM Yusuf Hasyim wafat pada 14 Januari 2007. Putra Hadratussyaikh KHM Hasyim Asy'ari itu selain dikenal sebagai tokoh NU dan komandan Laskar Hizbullah juga pengasuh Pesantren Tebuireng selama 41 tahun (1965-2006). Untuk mengenan...
Rabu, 15 Januari 2020 12:47 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*79. Wamina allayli fatahajjad bihi naafilatan laka ‘asaa an yab’atsaka rabbuka maqaaman mahmuudaanDan pada sebagian malam, lakukanlah salat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhan...
Kamis, 16 Januari 2020 12:56 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...