Kamis, 15 April 2021 21:47

Ecobrick di Pacitan, Sulap Sampah Plastik Jadi Berkah

Senin, 02 Juli 2018 23:13 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yuniardi Sutondo
Ecobrick di Pacitan, Sulap Sampah Plastik Jadi Berkah
Kegiatan sulap sampah menjadi barang bermanfaat. foto: ist

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Pengolahan sampah non-organik terutama sampah plastik sering kali memicu terjadinya pencemaran lingkungan. Pembersihan sampah plastik dengan cara dibakar akan mengeluarkan molekul dioxin yang beracun yang selanjutnya dapat dibawa oleh hujan dan dapat meracuni sumber air.

Dapat dibayangkan, jika dalam satu hari terdapat sepuluh rumah dalam satu lingkungan yang membakar sampah plastik seberat 1 kg. Berapa ratus kubik air dalam seminggu yang akan tercemar.

Atas dasar inilah, kelompok konsorsium peduli lingkungan yang terdiri dari beberapa elemen masyarakat, organisasi kepemudaan, ibu-ibu PKK, serta pengurus posyandu se-Kabupaten Pacitan, yang didorong oleh satu gerakan nasional Indonesia menuju world clean up day (WCD) berkumpul bersama mengadakan kegiatan pilah sampah plastik. Sampah-sampah tersebut kemudian diolah dijadikan satu benda yang kemudian disebut ecobrick.

Ecobrick adalah metode baru pengolahan sampah plastik yang diperkenalkan oleh Russel Maier, pemerhati lingkungan asal Kanada, sehingga dapat menghasilkan berbagai barang bermanfaat.

BACA JUGA : 

Peradaban, RDKC, dan AMK Pamekasan Berikan Santunan ke Penderita Kanker Pembuluh Darah

Dipicu Hibah Museum SBY - Ani, Hubungan F-PDI Perjuangan dan F-PD Tegang

​Presiden Resmikan Bendungan Tukul, Gubernur Khofifah: 600 Hektare Saluran Irigasi Teraliri Air

Bencana Banjir Jombang Makin Parah, ACT Kediri Dirikan Posko Kemanusiaan dan Kesehatan

"Ecobrick ini sederhana, sampah plastik dikumpulkan, dipotong kecil-kecil kemudian dimasukkan ke dalam botol kemasan bekas air mineral lalu dipadatkan. Kemudian barang bekas ini bisa dibuat berbagai bentuk seperti kursi, meja, almari, bahkan dinding penyekat ruang. Cukup kuat karena botol ini berisi sampah plastik yang dipadatkan," kata Anita Bidaryati, leader world clean up day regional Jawa timur, Senin (02/07).

Gerakan Indonesia menuju world clean up day khususnya di Pacitan ini selain dengan pelatihan pembuatan ecobrick, juga akan melakukan gerakan bersih sungai dan pantai pesisir selatan se-Pacitan. Isu besarnya akan dilakukan serentak sedunia pada 15 September 2018 mendatang. Dan Pacitan adalah kota kedua setelah Banyuwangi yang bersumbangsih dalam WCD secara mandiri kemasyrakatan yang bersinergi dengan pemerintah dan dunia usaha. (yun/rev)

Kecelakaan di Jemursari Surabaya, Mobil Kijang Innova Terguling Masuk Sungai
Rabu, 14 April 2021 22:12 WIB
SURABAYA, BANGASONLINE.COM - Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Jemursari, Surabaya. Sebuah mobil Toyota Kijang Innova nopol N 371 VA terjun ke sungai Jemursari hingga terguling.Peristiwa ini terjadi Rabu (14/4) petang sekira pukul 18.15 WIB, t...
Minggu, 11 April 2021 18:27 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan mulai Sabtu (10/4) kemarin melakukan uji coba pembukaan tempat wisata andalan Kabupaten Kediri. Di antaranya Wisata Besuki Irenggolo yang te...
Rabu, 14 April 2021 05:44 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Ini fenomena menarik. Ternyata dimatikannya Vaksin Nusantara justru memantik kepercayaan para tokoh nasional, dokter, dan para anggota DPR RI. Mereka ramai-ramai antre untuk Vaksin Nusantara. Benarkah mereka leb...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Jumat, 09 April 2021 09:59 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...