Sabtu, 23 Februari 2019 18:46

Albumin Ikan Gabus dan Astaxantin untuk Atasi Luka Diabetes Tipe II

Sabtu, 30 Juni 2018 23:25 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Nur Khasanah Yulistiani
Albumin Ikan Gabus dan Astaxantin untuk Atasi Luka Diabetes Tipe II
Salah seorang anggota tim PKM-PE sedang meneliti albumin ikan Gabus di laboratorium di kampus FPK UNAIR. (Foto: Dok PKM-PE)

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - International Diabetes Federation (IDF) merelease 90% orang diseluruh dunia mengidap diabetes melitus (DM) tipe II. Di Indonesia, berdasarkan hasil riset kesehatan dasar Kementerian Kesehatan, 6,9% dari 176.689.336 penduduk usia 15 tahun keatas atau sekitar 12.191.564 orang menderita DM tipe II.

Penderita DM tipe II itu umumnya tidak menyadari dirinya menderita penyakit tersebut. Mereka baru sadar ketika sudah timbul gangguan atau tanda nyata seperti lesi dan borok yang telah menghitam. Luka pada penderita DM tipe II terjadi karena terdapatarea tertentu pada tubuh penderita mengalami kekurangan oksigen akibat peredaran darah yang tidak lancar.

Pengurangan tingkat stress oksidatif pada jaringan menjadi prinsip utama dalampenyembuhannya. Sumber stres oksidatif yang terjadi berasal dari peningkatan produksi radikal bebas akibat autooksidasi glukosa, penurunan konsentrasi antioksidan berat molekul rendah di jaringan, dan gangguan aktivitas pertahanan antioksidan enzimatik.

Berdasarkan permasalahan tersebut, tim PKM Penelitian Eksakta (PKM-PE) Universitas Airlangga dari Fakultas Perikanan dan Kelautan berhasil membuat salep yang bisa dimanfaatkan untuk mempercepat penyembuhan luka akibat DM tipe II. Tim PKM-PE itu beranggotakan Aida Nuraini, Siti Nur Rohmah dan Rizky Yanuar Rahmadan.

Dibawah bimbingan Dr. Laksmi Sulmartiwi, S.Pi., MP., proposal penelitiannya tentang upaya terobosannya itu yang berjudul “Kombinasi Penambahan Albumin Ikan Gabus (Channa striata) dengan Aksi Antioksidan Astaxantin pada Salep Komersial sebagai Upaya Mempercepat Penyembuhan Luka Diabetes Melitus Tipe II” lolos penilaian Kemenristekdikti, sehingga berhak atas dana hibah penelitian dalam Program PKM 2018.

“Kami memiliki alternatif solusi untuk mengatasi masalah ini, yaitu dengan membuat paduan salep yang diformulasikan dengan albumin ikan gabus dan astaxantin sebagai langkah pengobatan luka diabetes mellitus tipe II,”ujar Aida Nuraini, ketua tim PKM-PE ini.

Mahasiswa yang kini sedang menempuh semester IV tersebut mengatakan,penanganan luka diabetes tipe II itu, sejauh ini masih berupa upaya preventif. Masih belum ada penanganan yang spesifik tertuju pada sumber pemicu lukanya, yaitu kerusakan sel dan stress oksidatif.Penanganan yang tepat sasaran pada penyebab penyakit itu tentunya lebih mempercepat proses penyembuhan dan pemulihan luka.

Aida lebih lanjut menyatakan, bahwa Ikan gabus (Channa striata) merupakan ikan yang memiliki potensi untuk digunakan dalam proses mempercepat penyembuhan dan pemulihanluka akibat DM tipe II. Hal ini karena ikan gabus mengandung protein globular bernama albumin yang bermanfaat untuk penyembuhan luka.

”Albumin memiliki keunikan, yaitu mampu merangsang proliferasi sel sehingga sel-sel yangtelah mati dapat digantikan atau teregenerasi oleh sel-sel yang baru. Selain itu digunakan pula astaxantin yang sangat potensial untuk menangkal efek stress oksidatif pada luka diabetes,” tambah Aida.

Diterangkan juga bahwa Astaxantin bekerja dengan mereduksi produksi reactive oxygen spesies (ROS) pada bagian luka, sehingga meminimalisasi terjadinya stress oksidatif yang menghambat penyembuhan.

Guna melihat potensi formulasi tersebut,oleh Aida Dkk dilakukan serangkaian pengujian. Diantaranya melalui uji in vivo untuk mengukur tingkat penyembuhan luka diabetes melalui pengukuran indeks epitelisasi pada jaringan di luka tersebut.

”Harapan kami, penelitian ini dapat menjadi inovasi pengobatan luka diabtes mellitus tipe IIyang dapat dimanfaatkan di masa depan,” pungkas Aida Nuraini. (yul/ns)

Tim PSC Dinkes Pacitan Siaga 24 Jam, Apa Saja Tugasnya?
Jumat, 01 Februari 2019 06:27 WIB
PACITAN, BANGSAONLINE.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan mempunyai tim public safety center (PSC) yang siaga 24 jam dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Apa saja tugas tim ini? Simak video berikut.
Selasa, 19 Februari 2019 16:59 WIB
BANGSAONLINE.com - Februari udah mau abis aja nih... Saygon Waterpark punya banyak banget promo menarik buat kalian di bulan Februari ini. Ayo... jangan sampai ketinggalan ya...1. Romantic Moment, Berdua Lebih HematBuat kalian yang dateng berdua sama...
Suparto Wijoyo
Rabu, 20 Februari 2019 12:01 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*DEBAT capres kedua telah digelar dengan segala kehormatannya pada 17 Februari 2019. Riuh tepuk tangan dan sorakan terdengar di setiap kerumunan sebagai lahan hiburan politik yang sangat komunalistik. Saya sendiri menepikan dir...
Sabtu, 23 Februari 2019 12:15 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.AgAl-Isra': 24وَاخْفِضْلَهُمَاجَنَاحَالذُّلِّمِنَالرَّحْمَةِوَقُلْرَّبِّارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيٰنِيْصَغِيْرًاۗWaikhfidh...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...