Dibawah bimbingan Dr. Laksmi Sulmartiwi, S.Pi., MP., proposal penelitiannya tentang upaya terobosannya itu yang berjudul āKombinasi Penambahan Albumin Ikan Gabus (Channa striata) dengan Aksi Antioksidan Astaxantin pada Salep Komersial sebagai Upaya Mempercepat Penyembuhan Luka Diabetes Melitus Tipe IIā lolos penilaian Kemenristekdikti, sehingga berhak atas dana hibah penelitian dalam Program PKM 2018.
āKami memiliki alternatif solusi untuk mengatasi masalah ini, yaitu dengan membuat paduan salep yang diformulasikan dengan albumin ikan gabus dan astaxantin sebagai langkah pengobatan luka diabetes mellitus tipe II,āujar Aida Nuraini, ketua tim PKM-PE ini.
Mahasiswa yang kini sedang menempuh semester IV tersebut mengatakan,penanganan luka diabetes tipe II itu, sejauh ini masih berupa upaya preventif. Masih belum ada penanganan yang spesifik tertuju pada sumber pemicu lukanya, yaitu kerusakan sel dan stress oksidatif.Penanganan yang tepat sasaran pada penyebab penyakit itu tentunya lebih mempercepat proses penyembuhan dan pemulihan luka.
Aida lebih lanjut menyatakan, bahwa Ikan gabus (Channa striata) merupakan ikan yang memiliki potensi untuk digunakan dalam proses mempercepat penyembuhan dan pemulihanluka akibat DM tipe II. Hal ini karena ikan gabus mengandung protein globular bernama albumin yang bermanfaat untuk penyembuhan luka.










