Kamis, 18 Juli 2019 12:49

Geliatkan Pariwisata, Desa Randuboto Gresik Launching 'Kapal Pesiar'

Jumat, 22 Juni 2018 20:13 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: M. Syuhud Almanfaluty
Geliatkan Pariwisata, Desa Randuboto Gresik Launching
'Kapal Pesiar' yang siap membawa anda menyusuri sungai Bengawan Solo.

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Desa Randuboto Kecamatan Sidayu melaunching 'Kapal Pesiar' untuk menyusuri sungai Bengawan Solo yang melintasi desa setempat, Jumat (22/6/2018).

Launching ini dihadiri Wabup Gresik Moh. Qosim, Anggota DPR RI dari Fraksi PKB Jazilul Fawaid SQ, Kades Randuboto Andhi Sulandra, dan sejumlah pejabat Pemkab Gresik. Meski bukan kapal pesiar dalam arti yang sebenarnya alias hanya kapal wisata, namun acara ini cukup menyedot perhatian besar masyarakat Randuboto dan sekitar.

Dalam sambutannya, Moh Qosim menyatakan bahwa launching kapal ini merupakan bagian upaya untuk menggeliatkan obyek wisata. 

"Saat ini sejumlah daerah, sejumlah negara yang kandungan kekayaan alamnya seperti minyak dan gas bumi habis, saat ini beramai-ramai beralih menggeliatkan objek wisata untuk sumber pendapatan. Termasuk Kabupaten Gresik, saat ini juga tengah konsen menggeliatkan obyek wisata untuk sumber pendapatan, baik Pendapatan Asli Daerah (PAD), maupun pendapatan desa," katanya.

Karena itu, Wabup mengaku mendukung penuh upaya Desa Randuboto untuk menggeliatkan pariwisata.

Dalam kesempatan itu, wabup juga meminta masyarakat membantu komunitas Save Our River Bengawan Solo dalam menjaga sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut. "Saya juga minta dijaga hutan mangrovenya," pintanya.

Sementara untuk bisa menyusuri sungai Bengawan Solo menggunakan 'Kapal Pesiar' ini, anda tak perlu merogoh kocek. Kades Randuboto Andhi Sulandra mengatakan pengunjung cukup membawa sampah plastik seberat 2,5 Kilogram yang kemudian bisa ditukar dengan satu tiket seharga Rp 10.000. Menurutnya, langkah ini merupakan salah satu bentuk untuk mengampanyekan kebersihan lingkungan.

Andhi mengungkapkan jika kapal tersebut dikonsep mirip dengan kapal pesiar sesungguhnya dengan berbagai fasilitas. "Di dalam kapal tersebut terdapat jaket keselamatan, sound sistem, pemandu wisata, televise, serta toilet," jelasnya.

Andhi menjelaskan, wisata ini juga merupakan salah satu upaya untuk mengenalkan potensi wisata desa ke masyarakat luas. Melalui wisata susur sungai, pengunjung dapat menikmati keasrian alam lingkungan sungai terpanjang di pulau Jawa itu. "Bahkan, pengunjung dapat menghabiskan waktu untuk memancing," ujarnya.

Ke depan, tambah Andhi, wisata susur sungai ini akan terintegrasi dengan wisata lain yang terdapat di Desa Randuboto. Wisata tersebut adalah hutan bakau (Mangrove) dan wisata kuliner olahan ikan. Andhi percaya, wisata ini bisa membawa dampak positif bagi masyarakat.

"Secara tidak langsung masyarakat desa akan berdaya dengan menawarkan berbagai produk unggulan desa hasil pengolahan ikan nelayan," pungkasnya. (hud/rev)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Sabtu, 06 Juli 2019 15:08 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...