Khofifah didaulat menjadi Ibu Tani Indonesia oleh DPP HKTI Jawa Timur. foto : DIDI R/BANGSAONLINE
“Petani perlu menerapkan system Petik, olah, kemas, jual yang tentunya bisa dilakukan bersama dengan HKTI dan pemerintah, ini menjadi sebuah keharusan agar petani kita sejahtera secara ekonomi,” cetus calon Gubernur Jatim ini. “Hasil olahan petani nanti akan dijual melalui e-coomerce atau tempat jualan online seperti yang dilakukan di China dengan Alibaba.com,” ungkapnya.
Sementara itu, Ahmad Nawardi, KEtua DPP HKTI Jatim mengatakan, dipilihnya Khofifah Indar Parawansa dengan gelar Ibu Petani Indonesia bukan tanpa alasan. Nawardi juga menepis bila upaya ini terkait dengan ajang Pilgub Jatim. Menurut Nawardi, Khofifah melalui jaringan jamaah Muslimat NU lebih sering bersinggungan langsung dengan keluarga-keluarga petani di desa-desa. Bahkan, ketika menjadi KEtua Umum Muslimat maupun menjadi Menteri Sosial, perhatian Khofifah kepada para petani sungguh luar biasa.
“Pengetahuan dan perhatian Bu Khofifah kepada petani cukup bagus, itu yang menjadi alasan kami memberikan gelar itu,” kata Ahmad Nawardi yang mengaku sempat mengundang cagub yang lain namun belum ada konfirmasi untuk hadir.
Secara umum, kata Nawardi, HKTI Jatim ingin bekerjasama dengan siapapun pemimpin yang peduli dengan nasib petani. Agar tidak ada lagi kemiskinan di tingkat petani yang bertahun tahun tidak ada perubahan. Anggota DPD RI ini juga mencanangkan bahwa pengurus HKTI yang dilantik ini tidak semuanya petani tua. Tapi juga ada petani muda yang agersif dan paham teknologi.
“Saya menyebutnya sebagai petani jaman now, yang dapat mengubah masa depannya dengan segala bentuk hasil pertanian untuk penguatan pangan di Indonesia,” pungkasnya. (mdr/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






