Sabtu, 23 Maret 2019 12:27

Ternyata di Pakistan Juga Ada Musik Patrol Sahur

Minggu, 03 Juni 2018 22:00 WIB
Editor: Choirul
Wartawan: -
Ternyata di Pakistan Juga Ada Musik Patrol Sahur
Gambar ini diambil pada 30 Mei 2018. Tampak seorang pria Pakistan Lal Hussain (C), 66, tengah menabuh drumnya untuk membangunkan warga agar makan sahur di Bani, daerah pemukiman tua, di Rawalpindi. (AFP)

RAWALPINDI, BANGSAONLINE.com – Tradisi patrol untuk membangunkan makan sahur juga ada di Pakistan. Hanya saja, musik patrol ini dimainkan satu orang, dengan menggunakan tambur.

“Bangun dan sahurlah!” teriak Lal Hussain, salah satu pemusik patrol di Bani, daerah pemukiman tua, di Rawalpindi.

Dia berteriak disertai dengan irama tambur yang asyik. Hussain setia menapaki jalanan setiap Ramadhan selama 35 tahun terakhir, berjalan dengan tambur sejauh bermil-mil melewati jalan-jalan sepi dan gang-gang sempit, di daerah tua kota.

Ibu dan anak mengintip melalui jendela untuk melihat sekilas pemusik patrol saat dia lewat. Sementara pria-pria menyapanya di jalan-jalan menawarkan sejumlah kecil uang tunai sebagai ucapan terima kasih atas pelayanannya.

Namun tradisi yang sudah berabad-abad ini semakin jarang di Pakistan. Sekarang, orang hampir secara universal bergantung pada alarm telepon, jam digital, atau pengumuman publik pada pengeras suara untuk membangunkan dari tidur.

Setiap tahun semakin sedikit pemusik patrol menyebar di kota-kota dan desa-desa di seluruh Pakistan selama Ramadan untuk membangunkan sesama Muslim untuk sahur. "Hampir selusin drummer yang tersisa di Rawalpindi," kata Hussain kepada AFP saat dia berkeliling melalui kota sekitar lima juta orang.

“Dulu ada pemukul drum di setiap jalan, tetapi sekarang banyak dari mereka telah pergi. Generasi yang lebih muda telah mengadopsi profesi lain.”

Bahkan ketika sesama drummer telah mengundurkan diri atau meninggalkan tradisi, pria berusia 66 tahun itu tetap tegar. Dia saat ini juga melawan hepatitis C dan bertekad untuk menjaga latihan agar tetap hidup selama mungkin. Dedikasinya telah membuatnya disayangi oleh penduduk.

"Ini menghidupkan kembali (kenangan) leluhur kita, budaya kita, jadi kita menikmatinya dengan cara yang sama," kata Yasir Butt.

“Ada orang yang mengatakan kepada saya untuk terus memukul drum karena mereka tidak mempercayai ponsel mereka,” katanya.

Sumber: arabnews.com
Polda Jatim Gerebek Pabrik Makanan Ringan Berbahan Tawas dan Bumbu Kadaluarsa di Sidoarjo
Jumat, 15 Maret 2019 05:14 WIB
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Tim Satgas Pangan Polda Jatim menggerebek pabrik produksi makanan ringan (snack) di Dusun Dodokan, Desa Tanjungsari, Taman, Sidoarjo, Kamis (14/3). Dalam penggerebekan ditemukan bahan baku berbahaya dan kadaluarsa y...
Selasa, 19 Februari 2019 16:59 WIB
BANGSAONLINE.com - Februari udah mau abis aja nih... Saygon Waterpark punya banyak banget promo menarik buat kalian di bulan Februari ini. Ayo... jangan sampai ketinggalan ya...1. Romantic Moment, Berdua Lebih HematBuat kalian yang dateng berdua sama...
H. Suparto Wijoyo
Rabu, 20 Maret 2019 10:57 WIB
Oleh: H. Suparto Wijoyo*PAPUA menghadirkan duka pada saat yang nyaris setarikan nafas panjang atas tragedi yang menimpa Jamaah shalat Jumat di Masjid An Noor, Christchurch, Selandia Baru, Jumat 15 Maret 2019. 49 orang tewas akibat pemberondongan...
Minggu, 17 Maret 2019 23:15 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag28. Wa-immaa tu’ridhanna ‘anhumu ibtighaa-a rahmatin min rabbika tarjuuhaa faqul lahum qawlan maysuuraanDan jika engkau berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang engkau harapkan, maka kat...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...