Wakapolda Jatim Brigjend Pol Widodo Prihartopo saat menyerahkan bingkisan. Foto: SYUHUD A/BANGSAONLINE.
"Sebab, jika aparat dan masyarakat mewujudkan rasa nyaman maka tujuan teroris itu sendiri akan gagal. Teroris itu ingin menciptakan suasana tidak aman di masyarakat. Saya mengajak masyarakat bangkit. Jangan kuatir, jangan takut terhadap teroris. Sebab kalau kita takut teroris merasa akan menang," pungkasnya.
Pada kesempatan ini, Wakapolda juga mengajak masyarakat untuk untuk mendoakan para korban.
Sementara Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro mengaku sudah melakukan antisipasi soal terorisme dan paham radikalisme. Berbagai antisipasi antara lain menggiatkan patroli di obyek vital serta tempat beribadah di Kota Pudak.
Dia juga mengungkapkan telah membentuk Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Black Panther. Tim yang berjumlah 45 personil itu bertujuan meningkatkan rasa keamanan ketertiban di masyarakat.
"Kepolisian bersama TNI dan Forkopimda Gresik melakukan berbagai antisipasi radikalisme dan terorisme. Beberapa waktu lalu kita kumpulkan seluruh Kades, Camat, organisasi kepemudaan, tokoh agama untuk bersama-sama deklarasi anti terorisme. Polres juga telah melakukan hal sama denga Kodim untuk menjaga Kamtibmas di Kabupaten Gresik," pungkas mantan Kapolres Bojonegoro ini. (hud/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




