Minggu, 21 Oktober 2018 14:05

Ternyata Bayi dalam Perdebatan Emil dan Puti Tidak Mengalami Gizi Buruk

Senin, 16 April 2018 16:07 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Didi Rosadi
Ternyata Bayi dalam Perdebatan Emil dan Puti Tidak Mengalami Gizi Buruk
Melinda balita asal Desa Kayen, Trenggalek yang dinilai alami gizi buruk ternyata baik-baik saja. Tampak Melinda beraktivitas seperti balita sehat lainnya.

TRENGGALEK, BANGSAONLIJE.com - Opini terkait dugaan gizi buruk di Desa Kayen Trenggalek dalam perdebatan Pilgub Jatim 2018 melahirkan dampak psikologis serius bagi keluarga balita Melinda Yesa Maharani yang sempat dikunjungi dan dijadikan sampel kasus stunting oleh salah satu cawagub Jatim belum lama ini.

Orang tua Melinda, balita asal Desa Kayen Kecamatan Karangan, Trenggalek mengaku prihatin dan sedih karena anaknya disebut-sebut menderita gizi buruk di masyarakat. 

(Melinda bersama ibunya, Sulikah)

Sulikah (32) ibu Melinda mengatakan semenjak ramai diberitakan kini keluarganya menanggung rasa tertekan. Sebab, banyak tetangga dan keluarga yang termakan anggapan bahwa bayinya terkena gizi buruk.

"Kami jadi sedih, padahal anak saya baik-baik saja," ujar Sulikah dengan mata berkaca, Senin (16/4)

Tak sampai di situ, imbuh Sulikah, dampak opini tak jelas itu juga mengimbas kakak Melinda yang bersekolah. Sang kakak kini menjadi sasaran bullying atau olok-olokan temannya di sekolah. Juwarni (37) ayah kandung Melinda yang ditemui wartawan kembali menegaskan jika bayinya bukan gizi buruk.

"Tidak benar kalau anak saya gizi buruk. Kalau pilek, demam pernah, itu bukan berati gizi buruk," tegas Juwarni.

Orang tua Melinda ini juga mengatakan jika bayi mereka ini rutin mengunjungi kegiatan di posyandu. Sementara itu, bidan Desa Kayen Yesin Wulandari mempertegas bahwa balita Melinda tidak mengalami gizi buruk seperti opini yang berkembang. "Balita Melinda tidak alami gizi buruk. Hanya keluarganya masuk kategori kurang mampu," ujar Yesin.

Lebih jauh dia menyebut beberapa waktu lalu status balita ini sempat hampir masuk garis merah, tapi belum bisa dikatakan gizi buruk. "Kami beri pendampingan penyuluhan dan pemberian nutrisi dan syukur kondisi Malinda normal kembali," ujar Yesin.

Sebelumya dalam debat perdana pilgub Jawa Timur, nama Desa Kayen disebut sebagai desa stunting. Ini setelah Cawagub Puti Guntur Sukarno mengunjungi balita Melinda beberapa waktu lalu. Debat memanas dan Cawagub Emil Elestianto Dardak yang juga bupati Trenggalek non aktif itu mengatakan tudingan Puti tidak sesuai fakta dan istilah desa atau kabupaten stunting salah kaprah. (mdr/dur)

Suparto Wijoyo
Rabu, 17 Oktober 2018 11:08 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*DARI Malang menuju Bekasi. Begitulah aksi KPK dalam melakukan gerakan senyap OTT yang melibatkan para bupati kedua daerah itu. Simbul para koruptor kian menjalar dari daerah ke daerah untuk merapatkan barisan sambung-meny...
Sabtu, 20 Oktober 2018 19:42 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .  ‘Asaa rabbukum an yarhamakum wa-in ‘udtum ‘udnaa waja’alnaa jahannama lilkaafiriina hashiiraan (8).Menjadi viral saat ada rombongan umrah menyanyikan lagu Ya Lal Wathan, termasuk yang memb...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 29 September 2018 09:57 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Kamis, 04 Oktober 2018 13:39 WIB
PACITAN, BANGSAONLINE.com - Gua Jenggung, begitulah nama yang diberikan kepada gua yang baru ditemukan di Desa Kalak, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan.Saat melihat keindahan stalaktit maupun stalagmit di dalam Gua Jenggung, laksana berlibur ke T...