Melinda balita asal Desa Kayen, Trenggalek yang dinilai alami gizi buruk ternyata baik-baik saja. Tampak Melinda beraktivitas seperti balita sehat lainnya.
TRENGGALEK, BANGSAONLIJE.com - Opini terkait dugaan gizi buruk di Desa Kayen Trenggalek dalam perdebatan Pilgub Jatim 2018 melahirkan dampak psikologis serius bagi keluarga balita Melinda Yesa Maharani yang sempat dikunjungi dan dijadikan sampel kasus stunting oleh salah satu cawagub Jatim belum lama ini.
Orang tua Melinda, balita asal Desa Kayen Kecamatan Karangan, Trenggalek mengaku prihatin dan sedih karena anaknya disebut-sebut menderita gizi buruk di masyarakat.
BACA JUGA:
- Gelar Kuliah Umum, Umsida Hadirkan Narasumber DPR RI Komisi X
- Sahabat Ning Lia Nganjuk Sokong Lia Istifhama Menuju DPD RI
- WTS Jabon Sidoarjo, Jujukan Pemburu Kenikmatan Kuliner di Tengah Sawah, Pernah Disinggahi Mbak Puti
- KPU Jatim Ajukan Anggaran Pilgub Rp 1,9 Triliun, DPRD Jatim: Tak Masalah, Asal...

(Melinda bersama ibunya, Sulikah)
Sulikah (32) ibu Melinda mengatakan semenjak ramai diberitakan kini keluarganya menanggung rasa tertekan. Sebab, banyak tetangga dan keluarga yang termakan anggapan bahwa bayinya terkena gizi buruk.
"Kami jadi sedih, padahal anak saya baik-baik saja," ujar Sulikah dengan mata berkaca, Senin (16/4)
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




