Jumat, 27 April 2018 09:35

Ternyata Bayi dalam Perdebatan Emil dan Puti Tidak Mengalami Gizi Buruk

Senin, 16 April 2018 16:07 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Didi Rosadi
Ternyata Bayi dalam Perdebatan Emil dan Puti Tidak Mengalami Gizi Buruk
Melinda balita asal Desa Kayen, Trenggalek yang dinilai alami gizi buruk ternyata baik-baik saja. Tampak Melinda beraktivitas seperti balita sehat lainnya.

TRENGGALEK, BANGSAONLIJE.com - Opini terkait dugaan gizi buruk di Desa Kayen Trenggalek dalam perdebatan Pilgub Jatim 2018 melahirkan dampak psikologis serius bagi keluarga balita Melinda Yesa Maharani yang sempat dikunjungi dan dijadikan sampel kasus stunting oleh salah satu cawagub Jatim belum lama ini.

Orang tua Melinda, balita asal Desa Kayen Kecamatan Karangan, Trenggalek mengaku prihatin dan sedih karena anaknya disebut-sebut menderita gizi buruk di masyarakat. 

(Melinda bersama ibunya, Sulikah)

Sulikah (32) ibu Melinda mengatakan semenjak ramai diberitakan kini keluarganya menanggung rasa tertekan. Sebab, banyak tetangga dan keluarga yang termakan anggapan bahwa bayinya terkena gizi buruk.

"Kami jadi sedih, padahal anak saya baik-baik saja," ujar Sulikah dengan mata berkaca, Senin (16/4)

Tak sampai di situ, imbuh Sulikah, dampak opini tak jelas itu juga mengimbas kakak Melinda yang bersekolah. Sang kakak kini menjadi sasaran bullying atau olok-olokan temannya di sekolah. Juwarni (37) ayah kandung Melinda yang ditemui wartawan kembali menegaskan jika bayinya bukan gizi buruk.

"Tidak benar kalau anak saya gizi buruk. Kalau pilek, demam pernah, itu bukan berati gizi buruk," tegas Juwarni.

Orang tua Melinda ini juga mengatakan jika bayi mereka ini rutin mengunjungi kegiatan di posyandu. Sementara itu, bidan Desa Kayen Yesin Wulandari mempertegas bahwa balita Melinda tidak mengalami gizi buruk seperti opini yang berkembang. "Balita Melinda tidak alami gizi buruk. Hanya keluarganya masuk kategori kurang mampu," ujar Yesin.

Lebih jauh dia menyebut beberapa waktu lalu status balita ini sempat hampir masuk garis merah, tapi belum bisa dikatakan gizi buruk. "Kami beri pendampingan penyuluhan dan pemberian nutrisi dan syukur kondisi Malinda normal kembali," ujar Yesin.

Sebelumya dalam debat perdana pilgub Jawa Timur, nama Desa Kayen disebut sebagai desa stunting. Ini setelah Cawagub Puti Guntur Sukarno mengunjungi balita Melinda beberapa waktu lalu. Debat memanas dan Cawagub Emil Elestianto Dardak yang juga bupati Trenggalek non aktif itu mengatakan tudingan Puti tidak sesuai fakta dan istilah desa atau kabupaten stunting salah kaprah. (mdr/dur)

Rabu, 25 April 2018 00:28 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*PILKADA terus diselenggarakan dan saya selalu membanding di kala bertandang di banyak negara Asia, Eropa maupun Timur Tengah. Pergantian kepala daerah memang banyak mengeluarkan ongkos dan perubahan di mana-mana terus dikamp...
Senin, 19 Maret 2018 19:42 WIB
Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .      Wa-aataynaa muusaa alkitaaba waja’alnaahu hudan libanii israa-iila allaa tattakhidzuu min duunii wakiilaan (2).Dzurriyyata man hamalnaa ma’a nuuhin innahu kaana ‘abdan syakuuraa...
Sabtu, 21 April 2018 12:32 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Jumat, 20 April 2018 23:01 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Ngawi dikenal mempunyai Alas Srigati atau Alas Ketonggo yang terletak 12 Km arah selatan dari kota. Menurut masyarakat Jawa, Alas Ketonggo merupakan salah satu wilayah angker atau ‘wingit’ di tanah Jawa.Ha...