Para kandidat Cagub dan Cawagub Jatim saat debat publik Pilgub Jatim di Dyandra Convention Center. foto : ist.
"Ini debat yang berkualitas dan termasuk kategori terbaik di Indonesia. Indikatornya debat berbasis data, menyangkut kebijakan strategis dan taktis operasional lumayan detail serta ada komitmen yang bisa dipegang," tutur Surokim.
Dia mengatakan, debat yang berlangsung malam tadi sesungguhnya adalah panggung bagi Emil Elistianto Dardak dan Puti Guntur Soekarno.
"Debat kemarin itu sesungguhnya adalah panggung debat para cawagub. Kedua cawagub bagus dan sama sama siap. saling bisa mengalahkan dalam setiap segmen. Sebagai pemilih saya bangga untuk keduanya," katanya.
Surokim menjelaskan, Emil Dardak punya kapasitas karena menguasai data. Dia mampu menjadi pelengkap Khofifah Indar Parawansa, dalam menjabarkan visi dan misinya membangun Jawa Timur.
"Mas emil punya keunggulan pada impresi penguasaan data dan operasional khususnya pada saat sesi melengkapi jawaban bu khofifah serta penjelasan dalam aspek teknis dalam tema digital dan milineal. Sayangnya terpancing pada sesi tanya jawab dan sedikit emosional saat di-attack," katanya.
Sementara itu, Puti Guntur Soekarno, menurut Surokim bisa tampil santai dan mampu menjaga irama, saat beradu argumen dengan kandidat lain. "Cawagub 2 mbak puti pandai mengatur waktu dan lebih santai serta full respect menjadi nilai plus," pungkasnya.
Meski demikian, dia menilai kedua kandidat punya keunggulan dan kelemahan masing-masing.
"Paslon cawagub 1 menang konsep, data dan komprehensivitas, cawagub paslon 2 menang wisdom dan respeknya. Keduanya layak dan pantas," pungkasnya. (mdr/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






