Desa Kayen, Pemicu Debat Seru Puti Guntur vs Emil Dardak

Desa Kayen, Pemicu Debat Seru Puti Guntur vs Emil Dardak Puti Guntur Soekarno saat mengunjungi Desa Kayen.?

Pada Puti Guntur, perempuan 56 tahun itu berharap nasib warga diperhatikan. Terutama, kata dia, tersedianya fasilitas MCK (mandi, cuci, kakus) dan perbaikan gizi bagi balita. “Kalau bisa dibangunkan MCK,” kata Tukinem pada Puti Guntur.

Laporan warga itulah yang mengeram di ingatan Puti Guntur. Ia melihat tidak tersedianya MCK sebagai persoalan vital.

“Makanya, saya singgung di debat kemarin. Kan tidak mungkin diabaikan begitu saja soal kebutuhan dasar seperti, MCK,” kata Puti.

Kekuatan Puti Guntur adalah turun ke lapangan, melihat keadaan dan berdialog dengan warga. Atas temuan fakta di lapangan, Puti Guntur menanyakan komitmen pemerintahan Emil Dardak, sebagai Bupati Trenggalek, di debat Pilkada Jatim kemarin malam.

“Saya tanyakan itu, karena saya temukan di lapangan,” kata Puti Guntur.

Penjelasan dr. Sugito Teguh, Kepala Dinas Kesehatan Perlindungan Perempuan dan Keluarga Berencana, yang dimuat media 26 Maret 2018, Desa Kayen termasuk 10 desa yang menderita gizi buruk.

Sembilan desa yang lain, Desa Botoputih, Desa Kayen, Desa Cakul, Desa Jajar, Desa Dawuhan, Desa Kedunglurah, Desa Puru, Nglebo, Ngrandu dan Mlinjon.

Menurut pemerintah pusat, Trenggalek termasuk 100 kabupaten penderita stunting. Menurut WHO, badan kesehatan PBB, angka toleransi belita penderita gizi buruk di satu wilayah sebesar 20 persen dari jumlah balita. Angka stunting di Trenggalek 22 persen. Lebib tinggi dari batas toleransi WHO. (ian/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO