?Bupati Anas bersama wakilnya saat menyerahkan LKPJ 2017 ke Ketua DPRD Kabupaten Banyuwangi.
Pemerintah juga berinovasi menciptakan program pro-poor untuk mengentaskan kemiskinan.Dengan memunculkan beberapa program seperti call center lansia miskin sebatang kara, program rantang kasih dan program bedah rumah.
Dengan cara menggandeng sinergi berbagai pihak, pemerintah juga mengoperasikan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) yang disewakan kepada masyarakat berpenghasilan rendah.
"Dengan cara ini kemiskinan menurun 8,64 persen dari angka 8,79 persen. Hasil data rilis Badan Pusat Statistik (BPS)," ungkapnya.
Anas mengatakan, pertanian dan pariwisata juga membantu pertumbuhan ekonomi Banyuwangi, karena sifatnya inklusif terkait langsung dengan sektor kosumsi rakyat. Angka pariwisata meningkat cukup siginifikan dari 9,08 persen pada 2011 menjadi 9,55 persen pada 2017.
"Ini bisa dilihat dari jumlah wisatawan baik domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke Banyuwangi. Dari 865 ribu orang pada tahun 2012, kini menjadi 4, 9 juta orang pada tahun 2017. Capaian positif ini sebagai hasil dari implementasi program-program inovatif yang didukung berbagai stakeholder," jelasnya.
Selanjutnya, nota pengantar LKPJ yang memaparkan pelaksanaan program dan kegiatan Pemkab Banyuwangi tersebut diserahkan oleh Bupati Anas kepada Ketua DPRD Kabupaten Banyuwangi I Made Cahyana Negara. Setelah diserahkan, Dewan akan mengevaluasi untuk memberikan saran maupun kritik yang nantinya bisa dijadikan bahan perbaikan oleh eksekutif. (gda/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




