Para modfel saat memperagakan batik Tujuh Belas Agustus Pamekasan.
PAMEKASAN, BANSAONLINE.com - Yayasan Batik Indonesia (YBI) mengunjungi sentra batik di pasar tradisional Tujuh Belas Agustus yang terletak di jalan pintu gerbang Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Rabu (5/4).
Kunjungan YBI yang langsung dipimpin ketuanya Jultin Ginanjar Kartasasmita serta didampingi oleh ibu Widodo AS (mantan Pangab) serta mantan menristek Prof Rahadi Ramelan, bertujuan untuk melihat perkembangan batik secara langsung di Pamekasan yang merupakan sentra batik di Indonesia.
BACA JUGA:
- Meriahkan Harjad ke-494, Pemkab Pamekasan Gelar Pesta Batik dan Luncurkan Paket Wisata
- Embran Nawawi, Desainer dari Jawa Timur yang Kenalkan Batik di Lao Fashion Week 2024
- Meriah, PNC Hapus Dahaga Masyarakat Pamekasan setelah 2 Tahun Vakum Hiburan
- Gebyar Batik Pamekasan In Eksotika Bromo 2022 Memukau Para Penonton
Sambutan Wabup Pamekasan Khalil Asy'ari yang dibacakan oleh staf ahli bidang keuangan dan pembangunan, Budi Irianto menyampaikan selamat datang dan permohonan maaf atas tidak hadirnya Wakil Bupati Pamekasan dalam penyambutan rombongan Yayasan Batik Indonesia.
Budi menjelaskan bahwa industri batik di Kabupaten Pamekasan ada 18 sentra dan 764 usaha batik yang menyerap tidak kurang lima ribu pekerja yang tersebar di tiga belas kecamatan di Kabupaten berjuluk Gerbang Salam itu.
"Ada 18 sentra batik dan 764 usaha batik yang tersebar di 13 kecamatan yang ada di Kabupaten Pamekasan," ungkapnya.
Pihaknya mengatakan bahwa Pasar Tujuh Belas Agustus merupakan Pasar sentra pemasaran batik tulis Pamekasan terbesar se-Asia.
"Kedatangan para tokoh nasional yang tergabung dalam yayasan batik Indonesia ini akan membawa pengaruh besar terhadap pengusaha batik tulis di Pamekasan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitasnya," paparnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




