Cagub nomor 1 Khofifah Indar Parawansa saat menelepon Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI, Luhut Binsar Pandjaitan, saat berdialog dengan petani garam Pakal, Senin (2/4).
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Calon gubernur Jawa Timur nomor 1 Khofifah Indar Parawansa melanjutkan navigasi dengan ngobrol bersama petani garam di Pakal, Kecamatan Benowo, Senin (2/4). Khofifah berdialog bersama petani tambak yang menceritakan tentang keluhannya terkait kondisi garam di Indonesia yang memberatkan petani. Terutama adanya kebijakan impor garam konsumsi, dan juga masalah penurunan harga.
Seperti langkah Khofifah di Blitar bersama peternak telur dan juga saat di Jombang bersama petani padi, dirinya menelepon menteri republik Indonesia agar bisa mengatasi masalah masyarakat di lapangan. Saat bersama petani garam Pakal, ini giliran Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI, Luhut Binsar Pandjaitan, yang ditelepon Khofifah dan diskusi menyelesaikan masalah yang ada di tataran petani garam.
BACA JUGA:
- DPRD Jatim Terima LKPJ 2025, Gubernur Khofifah Tekankan Sinergi Eksekutif-Legislatif
- Dominasi Prestasi Nasional Raih 45.839 Medali di SIMT , Gubernur Khofifah Sampaikan Hal ini
- Goes To Campus UAC, Gubernur Lemhanas: Dari Rahim Pesantren Lahir Indonesia
- Pemprov dan DPRD Jatim Setujui 2 Raperda Strategis
Abdul Kholid, Ketua Petani Garam Pakal adalah orang yang berbincang langsung dengan Luhut. Dalam pembicaraan yang juga disampaikan di depan Khofifah tersebut dirinya mengeluhkan beberapa masalah yang dihadapi para petani garam.
"Saat ini harga garam Rp 300 ribu per ton. Padahal total biaya operasional pengangkutan dari tambak ke jalan raya, karung dan semuanya selalu di atas Rp 120 ribu per ton," kata Kholid.
Dirinya ingin agar ada kebijakan yang bisa meningkatkan kesejahteraan petani garam. Terutama saat panen raya. Yang sering terjadi adalah harga garam di pasar jauh anjlok. Padahal justru sedang panen raya.
"Nyatanya saat ini saat panen raya, ada gelontoran garam impor. Banyak garam konsumsi juga diimpor. Izinnya berapa yang didatangkan berapa sering kali lebih dari yang diizinkan," tegasnya.
Tidak hanya soal itu, Kholid juga meminta agar untuk garam ada harga eceran tertinggi dan batas atas batas batas bawah. Agar bisa ada penyejahteraan masyarakat dari kalangan petani garam.
Usai berbincang langsung dengan Menteri Luhut, dirinya mengaku senang dengan langkah Khofifah yang respinsif dan mengatasi masalah langsung. "Bagus, hebat. Kami ini se-Pakal, petani tambak, dan se-Surabaya ingin agar Ibu Khofifah jadi gubernur. Kalau sudah jadi gubernur jangan sampai melupakan kami," kata Kholid.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




