Kamis, 24 Januari 2019 08:27

Nugget Tempe, Inovasi dari Warga Eks Dolly

Senin, 26 Maret 2018 22:24 WIB
Editor: Choirul
Wartawan: -
Nugget Tempe, Inovasi dari Warga Eks Dolly
Tempe nugget.... hmmm yummy... foto: istimewa

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Tempe Bang Jarwo berinovasi menjadi nugget, sambal kering, dan sambal tumpang dengan menggaet warga sekitar.

Tempe Bang Jarwo menjadi salah satu produk unggulan UKM dari Kelurahan Putat Jaya. Bang Jarwo merintis usaha tempe sejak Lokalisasi Dolly tutup. Jarwo yang dulunya berjualan kopi di sekitar lokalisasi mengaku banting setir menjadi produsen tempe dengan modal hanya seratus ribu rupiah. Dia dapat pengalaman dan ilmu membuat tempe dari saudara iparnya yang tinggal di Sidoarjo.

Awal merintis, Jarwo memberi nama produknya "Tempe Dolly". "Pernah ditanya pelanggan saat memakai nama Tempe Dolly, kok namanya tempe dolly, kurang enak didengarnya," ujar Jarwo menirukan kritik dari seorang pelanggan.

"Dolly sekarang tutup bu, makanya sekarang jualan tempe," jawab Jarwo kepada ibu itu sambil berkelakar. Sejak itu nama tempenya berganti "Tempe Bang Jarwo" dengan mengambil salah satu karakter film kartun Indonesia, Adit Sopo Jarwo.

Di tahun pertama berjualan, Jarwo mengaku dapat dukungan dari pihak kelurahan untuk memasarkan dengan membeli produk Bang Jarwo. Di saat yang sama pihak kelurahan kecamatan mengajak dan mengantarkan Jarwo untuk mengikuti pameran Pahlawan Ekonomi Surabaya tahun 2014 di Balai Kota Surabaya.

"Tempe yang biasa diproduksi dari 5 kilogram kedelai, saat pameran dapat produksi 10 kilogram kedelai dan laris," cerita Jarwo saat ditemui di rumahnya di Kupang Gunung Tembusan II.

Usahanya lebih berkembang saat bertemu dengan Organisasi Gerakan Melukis Harapan (GMH) pada tahun 2016 yang mendampingi Jarwo dalam hal marketing, bahkan menjual secara online via Instagram. Di samping itu, GMH mengajaknya untuk mengisi beberapa seminar, yang pertama dilakukan di Rembang dan yang terakhir mendapat undangan di Royal Plaza.

"itu pertama kalinya tanpa pendampingan saat berbicara di depan publik dan alhamdulilah lancar," ujar Jarwo kepada Bangsaonline.com.

Sampai saat ini Tempe Bang Jarwo memiliki tiga olahan, nugget tempe, sambal kering dan sambal tumpang. Jarwo mengaku olahan tempenya dikerjakan oleh warga sekitar rumahnya dengan bahan utama tempe yang dia produksi sendiri. "Bahkan saya juga ingin membuat keripik tempe, tapi masih belum sempat," tambah Jarwo.

Nugget Tempe, menurut penuturannya, merupakan olahan campuran dari tempe dan daging ayam. Nugget tempe dapat bertahan sampai satu bulan di dalam freezer. Nugget Tempe ini diberi harga 15 ribu rupiah satu kemasan dengan isi 12 nugget. "Nugget tempe ini pernah mendapatkan pesanan dari Banyuwangi bahkan sampai Jakarta," terang Jarwo kepada Bangsaonline.com.

Pelanggan Tempe Bang Jarwo pun bermacam-macam, mulai dari pegawai pemerintahan, dosen sampai Satpol PP. Jarwo mengaku sampai saat ini harus menyediakan 900an tempe kepada pelanggannya tersebut. Sedangkan nugget tempe selalu menjadi oleh-oleh saat ada kunjungan dari luar kota. Mengenai omzet Jarwo mengaku dalam satu bulan dapat omzet 3-4 jutaan rupiah.

Jarwo merasa senang dapat mengajak warga sekitar rumahnya untuk produktif dan menambah ekonomi keluarga. Harapan yang ingin dia wujudkan, mengajak warga sekitar rumahnya lebih produktif untuk membantu perekonomian keluarga serta menjadikan kampungnya menjadi kampung aneka olahan tempe. (*)

Sumber: *Ainur Rofiiqi
BERITA VIDEO: Tuntut Pilpres 2019 Ada Calon Independen, Inilah Sosok yang Diusung "Tikus Pithi"
Kamis, 03 Januari 2019 13:53 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Tikus Pithi, kelompok massa yang menggelar demo di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ngawi, Kamis (3/1) menuntut agar di Pilpres 2019 kali ini ada calon independen, alias nonparpol.Saifuddin, Korlap Tikus Pithi Ka...
Jumat, 28 Desember 2018 23:10 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Kampung Toronan Semalam yang berada di Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Madura memiliki keindahan tersendiri yang bisa dinikmati para wisatawan. Kampung ini cukup unik lantaran bunga Sakura yang kerap...
Suparto Wijoyo
Rabu, 23 Januari 2019 10:48 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SAMPAI saat ini masih banyak pihak yang meramaikan debat capres-cawapres 17 Januari 2019 sambil menanti hadirnya agenda serupa 17 Februari 2019. Debat itu seolah tidak lapuk oleh hujan nan tiada kering oleh panas, seterik ap...
Sabtu, 19 Januari 2019 12:37 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.AgAl-Isra': 20-22 20. kullan numiddu haaulaa-i wahaaulaa-i min ‘athaa-i rabbika wamaa kaana ‘athaau rabbika mahtsuuraanKepada masing-masing (golongan), baik (golongan) ini (yang menginginkan dunia) maupun (gol...
Sabtu, 10 November 2018 10:00 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...