Seraya dalam lembaga pemasyarakatan. foto: RETNO/ BANGSAONLINE
Harga rata-rata menu yang ditawarkan berkisar 11 ribu untuk makanan, sedang minuman sendiri dipatok dengan harga 10 ribu per porsi. Harga tersebut juga dinilai pas dalam kantong mahasiswa, “Di sini bukan hanya mie, ada berbagai macam dimsum, dan cemilan lainnya,” ungkapnya.
Mie rampok sendiri terbagi menjadi dua lantai, namun lantai atas dikhususkan untuk yang sudah memesan terlebih dahulu, seperti acara ulang tahun ataupun pertemuan bisnis. Sedangkan bagian bawah merupakan restoran biasa, menyediakan televisi, wifi hingga musik ter-update sebagai teman tongkrongan yang pas untuk pengunjung sendiri.
Ditanya mengenai omset restoran, Nur mengaku Mie Rampok akan mendapatkan keuntungan hingga 3-8 juta perhari, dan 160-180 juta perbulan. Untuk kedepannya, Mie Rampok sendiri akan terus mengembangkan renovasi-renovasi tempat yang sekiranya akan nyaman bagi pengunjung untuk datang ke restoran tersebut.
Nyatanta, tempat makan tersebut tidak semenyeramkan berada di dalam penjara. Penjara ini justru sangat nyaman dan dapat membuat pengunjung betah berlama-lama di dalam Mie Rampok tersebut. (*)


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




