Petugas sedang mengeruk saluran air.
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Mengantisipasi dampak banjir serta mengembalikan fungisi saluran air bisa maksimal, Pemkab Pasuruan mulai melakukan kegiatan normalisasi. Kegiatan tersebut sudah berjalan di dua lokasi yakni di wilayah kecamatan Pandaan dan Kecamatan Rembang
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan Hanung Widya Sasangka yang ditemui BANGSAONLINE.com, Rabu (28/2) kemarin.
BACA JUGA:
- Dilema PPPK dan Napas APBD Pasuruan: Komisi I DPRD Cari Formula 'Bensin'
- Kolaborasi Mas Rusdi dan Gus Shobih Wujudkan Pemerintahan Akuntabel di Kabupaten Pasuruan
- Pemkab Pasuruan Ajukan Revitalisasi Pasar Wisata Cheng Hoo Rp66 Miliar ke Pemerintah Pusat
- Wabup Pasuruan Pantau GPM Serentak di Halaman Kecamatan Kejayan
Ia menjelaskan, normalisasi saluran air dibutuhkan untuk pengembalian kondisinya. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah banjir, lantaran adanya pengendapan saluran air tersebut.
Pria asal Prigen ini menambahkan, rencananya akan merealisasikan lebih dari 60 titik saluran air untuk dinormalisasi. Saluran air tersebut tersebar di sejumlah daerah yang ada di Kabupaten Pasuruan.
Untuk Kegiatan normalisasi yang sudah berjalan di antaranya di wilayah Pandaan, Rembang. Begitu di wilayah tersebut rampung semuanya, maka akan dilanjutkan di beberapa wilayah lainnya yang saluran sungai kurang berfungsi dengan baik.
“Kami akan kembali menormalisasi puluhan saluran air tahun depan. Karena, kegiatan tersebut diperlukan, untuk mencegah luberan air saat hujan,” jelas dia.
Untuk kegiatan tersebut, pihaknya akan mengalokasikan dana sekitar Rp 2,6 miliar. Dana itu diakuinya tak jauh berbeda jika dibandingkan tahun 2017. “Besarannya tak banyak berbeda,” imbuhnya.
Sejauh ini, proses normalisasi puluhan sungai di Kabupaten Pasuruan hampir dirampungkan. Tinggal normalisasi di wilayah Nguling, yang akan direalisasikannya dalam waktu dekat.
“Tinggal sedikit. Ada kendala alat berat yang rusak. Pertengahan bulan ini, kegiatan normalisasi di tahun ini sudah diselesaikan,” jelasnya. (bib/par/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




