Suwarto yang hilang sejak kemarin. foto: YUNIARDI S/ BANGSAONLINE
PACITAN, BANGSAONLINE.com - Bencana alam banjir dan tanah longsor yang sempat memporak-porandakan lima kecamatan di Pacitan ternyata cukup membawa dampak kerugian baik secara materi maupun psikis. Tak jarang warga terdampak bencana yang saat ini perekonomiannya kocar-kacir. Bahkan ada juga dari mereka yang mengalami gangguan kejiwaan.
Hal itu sebagaimana dialami Suwarto, warga RT 01/RW 06 Lingkungan Plelen, Kelurahan Sidoharjo, Pacitan. Sejak kemarin, orang tersebut meninggalkan rumah tanpa pamit. Hingga hari ini keberadaannya belum diketahui.
BACA JUGA:
- BPBD Pacitan Imbau Warga Waspada Gempa dan Potensi Tsunami
- Pacitan Berpotensi Gempa Megathrust, ini Penjelasan BMKG
- Tinjau Hasil Rekonstruksi Talud di Pacitan, Gubernur Jatim Disambut Ucapan Terima Kasih dari Warga
- Oknum Anggota Polres Pacitan Diduga Perkosa Tahanan Wanita, Kabid Humas Polda: Sudah Ditahan
"Mungkin mengalami tekanan batin, sebab saat banjir lalu 10 ekor kambingnya mati terseret arus. Ia juga mengalami sakit hernia yang tak kunjung sembuh," ujar Nanang Anshori alias Manyol, Ketua RW 06 Lingkungan Plelen, Kelurahan Sidoharjo, Pacitan, Selasa (13/2).
Nanang menceritakan jika Suwarto saat itu pernah mengikuti trauma healing yang dilakukan oleh sejumlah relawan. Saat itu, kondisi kejiwaannya memang berangsur membaik. "Tapi entah kenapa tiba-tiba kemarin orang tersebut pergi tanpa pamit. Alasannya pergi potong rambut. Tapi hingga pagi tadi tidak pulang," jelas Manyol.
Atas nama keluarga dan warga Plelen, ia meminta bantuan untuk ikut mencari tahu keberadaan warganya tersebut. "Semoga tidak terjadi apa-apa, dan selamat bisa berkumpul dengan keluarganya lagi," harapnya. (pct1/yun)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






