Rabu, 24 Juli 2019 08:25

Pegang Tabung Oksigen, Pria ini Tewas Tersedot Mesin MRI

Senin, 29 Januari 2018 23:44 WIB
Editor: Choirul
Wartawan: -
Pegang Tabung Oksigen, Pria ini Tewas Tersedot Mesin MRI
sudah almarhum

NEW DELHI, BANGSAONLINE.com - Rajesh Maru (32) pria asal Kota Mumbai di India meninggal Sabtu malam setelah kesedot mesin pencitraan resonansi magnetik (MRI).

Kerabat mengatakan bahwa dia sebelumnya memasuki ruang pengujian MRI di rumah sakit sambil memegang silinder oksigen. Seorang anggota staf rumah sakit memberinya kesempatan untuk masuk. Mereka tidak tahu bahwa mesinnya telah dinyalakan, dan Maru tertarik ke dalamnya dan terjebak oleh kekuatan magnet mesin. Demikian dilaporkan media setempat.

Maru meninggal dalam beberapa menit, tangannya terjebak di mesin oleh tangki oksigen yang bocor. Dia dibebaskan dan dibawa ke ruang gawat darurat dalam 10 menit, namun kemudian dinyatakan meninggal.

Sebuah laporan postmortem mengatakan bahwa dia meninggal karena oksigen yang berlebihan memasuki paru-parunya. Pihak berwenang saat ini sedang menyelidiki insiden tersebut.

Akibat kejadian ini, tiga orang yang terdiri dari seorang dokter, dan dua asisten rumah sakit - ditangkap karena dicurigai melakukan kelalaian. "Ini adalah kejadian tragis, dan kami akan bekerja sama dengan petugas polisi," ujar Ramesh Bharmal, dekan Rumah Sakit Amal Bai Yamunabai Laxman Nair, mengatakan kepada saluran berita NDTV.

Mesin MRI bekerja melalui magnet yang sangat kuat dan gelombang radio yang memindai tubuh dan memberi citra jaringan internal. Saat mesin menyala, semua benda logam harus dijauhkan darinya.
Rumah sakit pemerintah di India memang sering kekurangan staf, penuh sesak, dan tidak siap menghadapi arus pasien yang besar. Kerabat pasien sering diminta untuk membantu staf rumah sakit dengan membawa tandu dan peralatan.

Staf rumah sakit mengaku tidak tahu mengapa Maru begitu dekat dengan mesin yang memegang tabung oksigen. Ia juga mengaku tidak tahu mengapa mesinnya dinyalakan saat berada di sana.

Terkait hal ini, anggota keluarga menuding pihak rumah sakit mencoba mengalihkan kesalahan. "Perawat memintanya untuk membantu. Mereka bilang tidak apa-apa. Alih-alih bertanggung jawab, pekerja rumah sakit memarahi kami karena Rajesh telah terlalu dekat dengan mesin MRI dengan silinder oksigen di tangannya," kata Priyanka Solanki, saudara perempuan Maru kepada Indian Express.

Menteri Utama negara bagian Maharashtra telah mengumumkan bahwa sekitar 7.850 dolar kompensasi akan dibayarkan kepada keluarga Maru.

Kecelakaan yang melibatkan MRI.

Pada 2014, dua pekerja rumah sakit terjebak dalam mesin MRI selama empat jam di New Delhi, juga karena sebuah tabung oksigen.

Pada tahun 2001, seorang anak laki-laki berusia 6 tahun di Amerika Serikat meninggal setelah sebuah tabung oksigen terbang melintasi sebuah ruangan MRI hingga merusak tengkoraknya.

Sumber: washington post, mirror.co.uk, metro.co.uk
Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...