Minggu, 19 Agustus 2018 12:30

Sedot 4000 Pengunjung, Pantai Kelapa Jadi Ikon Wisata Baru di Tuban

Senin, 15 Januari 2018 22:23 WIB
Wartawan: Zen
Sedot 4000 Pengunjung, Pantai Kelapa Jadi Ikon Wisata Baru di Tuban

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Berbicara mengenai wisata yang ada di Kabupaten Tuban memang tidak ada habisnya. Selain dikenal dengan wisata religi, Tuban juga punya wisata pantai. Salah satunya Pantai Kelapa yang berada di Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban.

Pantai yang memiliki pesona sangat indah dan menarik bagi setiap mata yang memandang. Dengan padatnya pohon kelapa membuat pantai serasa sejuk. Tak heran jika Pantai Kelapa menjadi tujuan wisata bagi anak muda dan juga tempat yang tepat untuk berkumpul bersama keluarga. Jika akhir pekan tiba, banyak masyarakat menghabiskan waktu di tempat ini.

Tapi itu semua tidak semudah membalik telapak tangan untuk menjadikan wisata pantai kelapa menjadi sekarang ini. Butuh modal besar untuk membuat suatu tempat hingga layak dinyatakan sebagai destinasi wisata. Tanpa suntikan dana anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), masyarakat pengelola harus berkantong tebal sebelum bergabung dengan kelompok sadar wisata (pokdarwis).

Ketua Pokdarwis Pantai Kelapa Muhasan, Senin (15/1) mengatakan sudah menghabiskan uang yang cukup banyak untuk mengubah pantai kumuh menjadi bersih dan layak dikunjungi sebagai tempat wisata. ‘’Lebih dari enam bulan kami bekerja keras untuk menghidupkan tempat wisata hingga bisa seperti ini,’’ tutur dia.

Pria yang akrab disapa Hasan itu tidak menyebut detail nominal dana pembangunan wisata di Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang itu. Sebab, pembangunannya bertahap, mulai menguruk lahan parkir saja dibutuhkan dana Rp 15 juta.

"Dan Alhamdulillah atas jerih payah pengurus dan dibantu warga sekitar bisa menjadikan pantai kelapa yang asalnya hanya kebun kelapa yang sangat kumuh dan sekarang bisa indah seperti sekarang ini yang banyak pengunjung," bebernya. 

Data yang diterima Pokdarwis, untuk hari-hari biasa ada sekitar 500 orang lebih pengunjung. Sedangkan, untuk hari-hari libur bisa mencapai 4000 pengunjung. Pengunjung tidak hanya berasal dari lokal Kabupaten Tuban. Tetapi, juga dari luar daerah seperti Lamongan dan Bojonegoro.

"Ada juga dari Luar provinsi seperti Rembang, Blora, Jawa Tenggah dan Pati," imbuhnya. (*wan/rev)

Sabtu, 11 Agustus 2018 16:43 WIB
Oleh: Ach. Taufiqil Aziz*Sekitar jam 17.00, pada 9 Agustus 2018, kami sekeluarga masih menonton stasiun televisi tentang pengumuman Cawapres Jokowi. Di televisi, beberapa stasiun dan pengamat sudah menganalisa bahwa Mahfud MD (MMD) yang akan menjadi ...
Kamis, 16 Agustus 2018 17:26 WIB
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   In ahsantum ahsantum li-anfusikum wa-in asa'tum falahaa fa-idzaa jaa-a wa’du al-aakhirati liyasuu-uu wujuuhakum waliyadkhuluu almasjida kamaa dakhaluuhu awwala marratin waliyutabbiruu maa ‘al...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 18 Agustus 2018 10:03 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Rabu, 08 Agustus 2018 10:41 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Asosiasi Wisata Gua Indonesia (Astaga) dan Mahasiswa Pecinta Alam (Mahipal) Unirow Tuban akhirnya memaparkan data pemetaan gua di Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Data tersebut dikeluarkan setelah tim me...