Senin, 01 Juni 2020 03:40

Festival Salak Wedi Bojonegoro 2018, 22 Gunungan Diarak Keliling Desa

Minggu, 14 Januari 2018 21:07 WIB
Wartawan: Eky Nurhadi
Festival Salak Wedi Bojonegoro 2018, 22 Gunungan Diarak Keliling Desa
Warga saat berangkat untuk mengarak Gunungan Salak setinggi 3 meter.

BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Sebanyak 22 Gunungan dari buah Salak asli Desa Wedi, Kecamatan Kapas, Bojonegoro, Jawa Timur diarak ratusan warga keliling desa setempat, Minggu (14/1/18).

Festival salak Wedi di tahun kedua ini lebih meriah dibanding sebelumnya. Sebab, panitia menyiapkan ribuan biji salak manis asli Desa Wedi untuk para pengunjung. Selain itu, kegiatan yang diprakarsai kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Restu Mujtaba desa setempat juga dirangkai dengan lomba mewarnai dan kemah tujuh bahasa, dari tim pare Kediri.

Kepala Desa Wedi Mashuri mengungkapkan, gunungan salak setinggi tiga meter yang dibuat dari buah salak tersebut dibuat oleh warga secara gotong-royong sejak tiga hari terakhir. "Gunungan salak dikirab mulai dari Balai Desa Wedi dan berakhir di Halaman Masjid desa setempat, kemudian direbut oleh masyarakat dan pengunjung yang datang," jelasnya.

Arak-arakan yang dimulai dari Balai Desa dan finish di masjid ini sebagai simbol pentingnya peran umaro' (pemerintah) dengan ulama.

"Pemerintah dan ulama harus selalu sinergitas, tidak lupa dengan masyarakat. Jadi acara ini sebagai bentuk syukur atas sinergitas selama ini dalam membangun karakter masyarakat, juga membangun desa. Selain itu, juga sebagai bentuk syukur atas melimpahnya buah salak dari desa setempat," terangnya.

"Tujuannya juga untuk mempromosikan salak khas desa Wedi kepada masyarakat baik di Bojonegoro maupun luar Bojonegoro," paparnya.

Konon, Salak Wedi sudah ada sejak pada zaman dahulu. Adalah seorang tokoh agama bernama KH. Basyir Almujtaba yang merupakan seseorang yang pertama kali menam buah salak. "Singkat cerita, tanaman buah salaknya berbuah banyak dan rasanya manis. Kemudian warga sekitar ikut menanam dan menjadi ikon desa, dan disebutlah Desa Wedi," ungkapnya. (nur/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 23 Mei 2020 12:36 WIB
Oleh: Firman Syah AliSaat ini gelar Habib sedang populer di Indonesia karena beberapa peristiwa. Diantaranya Insiden Habib Umar Abdullah Assegaf Bangil dengan mobil sedan mewah Nopol N 1 B diduga melanggar peraturan pemerintah tentang pembatasan sosi...
Minggu, 31 Mei 2020 18:02 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*22. Sayaquuluuna tsalaatsatun raabi’uhum kalbuhum wayaquuluuna khamsatun saadisuhum kalbuhum rajman bialghaybi wayaquuluuna sab’atun watsaaminuhum kalbuhum qul rabbii a’lamu bi’iddatihim maa ya’lamuhum...
Rabu, 13 Mei 2020 11:23 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <&...