Senin, 21 Oktober 2019 06:19

Festival Salak Wedi Bojonegoro 2018, 22 Gunungan Diarak Keliling Desa

Minggu, 14 Januari 2018 21:07 WIB
Wartawan: Eky Nurhadi
Festival Salak Wedi Bojonegoro 2018, 22 Gunungan Diarak Keliling Desa
Warga saat berangkat untuk mengarak Gunungan Salak setinggi 3 meter.

BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Sebanyak 22 Gunungan dari buah Salak asli Desa Wedi, Kecamatan Kapas, Bojonegoro, Jawa Timur diarak ratusan warga keliling desa setempat, Minggu (14/1/18).

Festival salak Wedi di tahun kedua ini lebih meriah dibanding sebelumnya. Sebab, panitia menyiapkan ribuan biji salak manis asli Desa Wedi untuk para pengunjung. Selain itu, kegiatan yang diprakarsai kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Restu Mujtaba desa setempat juga dirangkai dengan lomba mewarnai dan kemah tujuh bahasa, dari tim pare Kediri.

Kepala Desa Wedi Mashuri mengungkapkan, gunungan salak setinggi tiga meter yang dibuat dari buah salak tersebut dibuat oleh warga secara gotong-royong sejak tiga hari terakhir. "Gunungan salak dikirab mulai dari Balai Desa Wedi dan berakhir di Halaman Masjid desa setempat, kemudian direbut oleh masyarakat dan pengunjung yang datang," jelasnya.

Arak-arakan yang dimulai dari Balai Desa dan finish di masjid ini sebagai simbol pentingnya peran umaro' (pemerintah) dengan ulama.

"Pemerintah dan ulama harus selalu sinergitas, tidak lupa dengan masyarakat. Jadi acara ini sebagai bentuk syukur atas sinergitas selama ini dalam membangun karakter masyarakat, juga membangun desa. Selain itu, juga sebagai bentuk syukur atas melimpahnya buah salak dari desa setempat," terangnya.

"Tujuannya juga untuk mempromosikan salak khas desa Wedi kepada masyarakat baik di Bojonegoro maupun luar Bojonegoro," paparnya.

Konon, Salak Wedi sudah ada sejak pada zaman dahulu. Adalah seorang tokoh agama bernama KH. Basyir Almujtaba yang merupakan seseorang yang pertama kali menam buah salak. "Singkat cerita, tanaman buah salaknya berbuah banyak dan rasanya manis. Kemudian warga sekitar ikut menanam dan menjadi ikon desa, dan disebutlah Desa Wedi," ungkapnya. (nur/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Rabu, 16 Oktober 2019 11:21 WIB
Oleh: Khariri Makmun*Fenomena semangat keberagamaan di tanah air semakin meningkat, hal itu ditandai dengan maraknya gelombang hijrah baik di kalangan artis, publik figur, maupun orang awam. Masifnya dakwah di media sosial disambut baik oleh netizen ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...