Minggu, 21 Oktober 2018 11:57

Gelombang 4 Meter Terjang Laut Tuban: Satu Tewas, Ratusan Kapal Rusak

Kamis, 11 Januari 2018 18:18 WIB
Wartawan: Gunawan Wihandono
Gelombang 4 Meter Terjang Laut Tuban: Satu Tewas, Ratusan Kapal Rusak
Para nelayan bahu-membahu menyelamatkan kapalnya dari terjangan ombak.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Laut Jawa yang berada di utara Kabupaten Tuban tiba-tiba mengamuk, Kamis (11/1). Gelombang laut setinggi 4 meter tersebut mengobrak-abrik ratusan kapal milik nelayan yang berada di pesisir hingga menyebabkan kerusakan.

Bahkan akibat kejadian itu, salah satu nelayan dilaporkan tewas, sementara beberapa nalayan lainnya mengalami luka-luka. 

Dari data yang berhasil dihimpun BANGSAONLINE.com, beberapa perahu sampai terbalik akibat tersapu gelombang, seperti yang terjadi di Kecamatan Tambakboyo, Kecamatan Jenu, dan Kecamatan Bancar.

Salah satu nelayan asal Desa Pasehan, Kecamatan Tambakboyo, Sirin (47) mengatakan jika gelombang besar datang secara mendadak. 

“Biasanya kalau ada ombak itu ada tandanya, seperti mendung di laut setelah itu angin dating. Ini tadi tidak ada, ombak mendadak ini membuat kami terpaksa kembali menepikan kapal,” ujarnya kepada BANGSAONLINE.com, Kamis (11/1).

Kusrin (37), nelayan lainnya, mengungkapkan jika gelombang tinggi terjadi tiap tahun, mulai bulan Desember hingga bulan Maret. “Ini kejadian rutin tiap tahun, tapi kami tadi kaget karena ombak datang secara tiba-tiba, sehingga tidak sempat menyelamatkan kapal hingga banyak yang terbalik akibat saling bertabrakan,” beber nelayan asal Kecamatan Jenu ini.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban Joko Ludiono membenarkan adanya satu orang tewas akibat terjangan gelombang laut tersebut, yakni atas nama Ahmad Wahono (32) warga Desa Pabeyan, Kecamatan Tambakboyo. Ia tewas saat perawatan di RSUD Dr. Koesma.

Adapun korban yang mengalami luka-luka, yakni  Riski (21) dari Desa Gadon; Ngatimin (34) asal Desa Pabeyan; dan Rasmidin (54) warga Desa Sabontoro. Ketiganya dirawat di Puskesmas Tambakboyo. Sisanya Junaidi (28) dari Desa Sobontoro dirujuk ke RSUD Tuban.

“Dengan kejadian ini, kami imbau para nelayan jangan melaut dulu menunggu kondisi laut aman,” pesannya.

Sementara Kapolsek Jenu AKP Elis Suendayati menyatakan tidak ada korban jiwa atas bencana gelombang tinggi di wilayahnya. “Semua nelayan berhasil menyelamatkan diri,” kata Elis. (gun/rev)

Suparto Wijoyo
Rabu, 17 Oktober 2018 11:08 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*DARI Malang menuju Bekasi. Begitulah aksi KPK dalam melakukan gerakan senyap OTT yang melibatkan para bupati kedua daerah itu. Simbul para koruptor kian menjalar dari daerah ke daerah untuk merapatkan barisan sambung-meny...
Sabtu, 20 Oktober 2018 19:42 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .  ‘Asaa rabbukum an yarhamakum wa-in ‘udtum ‘udnaa waja’alnaa jahannama lilkaafiriina hashiiraan (8).Menjadi viral saat ada rombongan umrah menyanyikan lagu Ya Lal Wathan, termasuk yang memb...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 29 September 2018 09:57 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Kamis, 04 Oktober 2018 13:39 WIB
PACITAN, BANGSAONLINE.com - Gua Jenggung, begitulah nama yang diberikan kepada gua yang baru ditemukan di Desa Kalak, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan.Saat melihat keindahan stalaktit maupun stalagmit di dalam Gua Jenggung, laksana berlibur ke T...