Selasa, 23 Januari 2018 02:55

Tafsir Al-Isra 1: Tahlilan, Ibarat Charge Hati yang Low Battery

Senin, 08 Januari 2018 16:40 WIB
Wartawan: -
Tafsir Al-Isra 1: Tahlilan, Ibarat Charge Hati yang Low Battery
Ilustrasi

Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .  

Subhaana alladzii asraa bi’abdihi laylan mina almasjidi alharaami ilaa almasjidi al-aqshaa alladzii baaraknaa hawlahu linuriyahu min aayaatinaa innahu huwa alssamii’u albashiiru (1).

"Subhaana alladzii asraa bi’abdihi laylan..". Dikedepankan sifat kemahasucian-Nya lebih dahulu, baru mengikrarkan peran-Nya sebagai Tuhan yang beraksi, memperjalankan. Baru ditunjuk obyek yang diperjalankan, yaitu hamba-Nya sendiri. Lalu diberitahukan waktu aksi-Nya, yaitu waktu malam.

"... mina almasjidi alharaami ilaa almasjidi al-aqshaa". Lalu, disebutkan rute perjalanan spektakuler tersebut dengan jelas dan definitif, ada start dan ada finis. Dari al-masjid al-Haram ke al-Masjid al-Aqsha.

Beberapa telah dikemukakan tafsirnya, kini runtut, bahwa betapa Tuhan dalam peristiwa al-Isra' ini mesti memamerkan Diri-Nya sebagai Dzat yang super digdaya mutlak karena Diri-Nya sendiri yang memang Digdaya tanpa ada campur tangan siapapun. Artinya, adalah doktrin keras, bahwa orang beriman mesti lebih dahulu mendasari segala persepsi, pemikiran, anggapan, anggitan dengan Dzat Tuhan.

Seorang sufis memetik hikmah dari kata "tasbih", baik Subhan (masdar), Sabbaha (madli), Yusabbihu (mudhari'), maupun Sabbih (amar) yang menjadi kata pembuka pada surah tertentu, bahwa seorang muslim seharusnya aktif meng"ON"kan hatinya dengan selalu bertasbih kepada Allah SWT, kapan saja dan di mana saja.

Tidak bermaksud mengangkat persoalan khilafiyah yang berdimensi pro dan kontra, tapi sekedar menunjuk hikmah, bahwa acara tahlilan, Yasinan, wiridan yang di dalamnya ada bacaan tasbih dan dibaca bersama dengan suara keras berirama, sesungguhnya itu : selain ibadah juga ibarat nge"charge" hati yang mulai low battery atau bahkan sudah kosong tanpa energi.

Dengan mengisi daya, hati kita bisa "ON" dan sinyal menguat sehingga connect dengan-Nya. Dengan daya munajah yang kuat, kita lebih mudah mengakses situs-Nya. Tidak hanya itu - selanjutnya - mudah sekali mendownload rahmat-Nya. Harus jujur diakui, sebagai manusia, - meski beriman - kita sering lupa kepada Tuhan dan hanya pada menit-menit tertentu saja kita ingat dan bersambung dengan-Nya. Walhasil, banyak waktu blank dari-Nya, ketimbang "IN" dengan-Nya.

Bagi mereka yang punya agenda Wiridan, Tahlilan, Yasinan, Istighatsahan sungguh mendingan karena masih ada jadual acara yang "harus" dihadiri, harus diikuti. Dengan hadir pada acara tersebut, otomatis ikut berwirid, bertasbih dan bertahlil. Membaca "La ilah illa Allah" (tahlil) bagai merefresh keimanan. "Jaddidu imanakum bi La ilah illa Allah. Perbaharuilah keimanan kalian dengan La ilah illa Allah. Barang kali sebelumnya ada elemen kufur yang tak terasa, baik perbuatan

, ucapan, anggapan atau anggitan, maka otomatis terdelete oleh "La ilah illa Allah".

Oleh: Suparto Wijoyo*
Rabu, 17 Januari 2018 18:53 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*PILKADA hadir menjadi pesona yang memukaukan pandangan bagi mereka yang gandrung kekuasaan. Hiruk pikuknya dianggap sebagai tembang yang melantunkan merdunya kosa kata. Kampanye digelar guna meneriakkan cita-cita menjemput takdir...
Sabtu, 13 Januari 2018 23:58 WIB
Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag. . . Subhaana alladzii asraa bi’abdihi laylan mina almasjidi alharaami ilaa almasjidi al-aqshaa alladzii baaraknaa hawlahu linuriyahu min aayaatinaa innahu huwa alssamii’u albashiiru (1)."Subhaana alladzii as...
Oleh: Dr. KH. Imam Ghazali Said., MA
Sabtu, 13 Januari 2018 10:54 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Kamis, 18 Januari 2018 23:31 WIB
LONDON, BANGSAONLINE.com - Nell McAndrew (44), mantan model glamour tetap mempertahankan pola hidup sehat. Dia rutin berlatih dan minum jus. Tak heran, di usianya yang tak muda lagi, tubuhnya masih sintal. Saat di puncak kariernya, wajah dan lekuk ...