Menpora Imam Nahrawi didampingi Bupati Indartato saat melakukan kunker ke Pacitan.
"Akan tetapi dengan adanya itu (banjir), kami mendapat berkah kedatangan Presiden Jokowi. Saat ini, kami tengah mengemban amanah untuk memimpin Perguruan Islam Pondok Tremas. Sebagai generasi muda tentu kami perlu dukungan dan doa restu dari para kyai sepuh," urai Kyai yang akrab disapa dengan Gus Fuad ini.
Hal yang sama juga disampaikan Menpora Imam Nahrawi. Ia menyampaikan apresiasinya atas sambutan yang sangat luar biasa kepada seluruh warga Pacitan, khususnya di Ponpes Tremas tersebut.
"Pondok Tremas merupakan pondok yang sangat bersejarah bagi bangsa Indonesia. Sebab, para kyainya banyak melahirkan kitab yang dijadikan acuan oleh pondok pondok pesantren lainnya di Indonesia," ungkapnya.
Menurut Menpora, pondok pesantren merupakan pusat pendidikan yang tidak tergerus oleh era globalisasi. Ponpes tetap bisa mencetak generasi yang terus berprogres.
"Etika akhlak saat ini menjadi pondasi bagi bangsa Indonesia. Pesantren lah yang masih menjaga kearifan lokal dan akhlak budi pekerti. Kementerian Pemuda dan Olah Raga saat ini sedang menggulirkan liga santri untuk mencari bibit-bibit atlet berprestasi. Kami berharap kepada santri harus siap siaga menjaga negara," pintanya.
Pada kesempatan kunkernya ke Pacitan, Menpora juga menyempatkan diri berkunjung ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Pacitan. Di situ ia sengaja menjenguk Gus Lukman, mantan anggota DPRD Pacitan periode 1999-2004 yang tersandung kasus korupsi dana APBD. Selain juga melihat-lihat fasilitas serta sarana dan prasarana di dalam LP. (yun/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




