Rabu, 19 Februari 2020 22:40

Tanya-Jawab Islam: Maulid Nabi Digabung Haul Keluarga, Bolehkah?

Sabtu, 23 Desember 2017 11:52 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: -
Tanya-Jawab Islam: Maulid Nabi Digabung Haul Keluarga, Bolehkah?
Dr. KH. Imam Ghazali Said

>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<<

Pertanyaan:

Assalammualaikum wr.wb Kiai, saya mau tanya bagaimana hukumnya di dalam Islam tentang memperingati haul keluarga yang digabungkan dengan maulid Nabi Muhammad SAW, boleh atau tidak?

(Kusnadi, Paiton Probolinggo)

Jawaban:

Acara peringatan haul keluarga dan acara peringatan Maulid Nabi Muhammad boleh saja digabung dalam satu acara, sebab kedua-duanya memiliki tujuan yang sama, yaitu memperingati untuk mengenang kebaikan Rasul SAW dalam acara maulid dan memperingati kebaikan anggota keluarga dalam acara haul.

Rasul SAW itu setiap tahun datang ke gunung Uhud untuk mengunjungi para syuhada’ (pejuang yang gugur di medan perang) Uhud. Ibrahim at-Taimi melaporkan bahwa:

كان النبي صلى الله عليه و سلم يأتي قبور الشهداء عند رأس الحول فيقول السلام عليكم بما صبرتم فنعم عقبى الدار قال وكان أبو بكر وعمر وعثمان يفعلون ذلك

“Rasul saw itu itu mendatangi makam para syuhada’ Uhud di awal tahun, beserta mengucapkan: Selamat bagi kalian semua, karena dengan kesabaran kalian ini, (Engkau mendapatkan) tempat yang paling enak ini. Dan Abu Bakar, Umar dan Ustman juga melakukan hal yang sama”.(Hr. Abdurrazzaq:6716)

Apa yang dilakukan oleh Rasul SAW pada laporan hadis di atas adalah (1) Rasul mengunjungi makam para sahabatnya yang telah gugur di peperangan, dan ini sekaligus menjadi hujjah bolehnya ziarah kubur. (2) Rasul berulang-ulang mendatangi tempat tersebut, bukan hanya satu kali, melainkan mendatanginya setiap tahun. Nah ini juga bisa digunakan sebagai hujjah bolehnya memperingati (haul) keluarga kita yang telah meninggal. (3) Rasul mengatakan salam dan memuji betapa enaknya tempat kalian sekarang, itu dikarenakan kesabaran kalian pada saat dalam peperangan. Artinya Rasul mengingat-ingat kesabaran dan perjuangan para syuhada’ dalam peperangan itu.

Nah, maka kalau acara haul itu digunakan sebagai acara untuk memperingati kebaikan-kebaikan al-marhum agar bisa ditiru dalam kehidupan sehari-hari itu sangat dianjurkan. Dengan syarat acara ini tidak menyebutkan hal-hal negatif dari al-marhum (kecuali persaksian dalam pengadilan). Sebab Sayyidah Aisyah melaporkan sebuah hadis:

لَا تَسُبُّوا الْأَمْوَاتَ فَإِنَّهُمْ قَدْ أَفْضَوْا إِلَى مَا قَدَّمُوا

“Janganlah kalian mencaci-maki orang-orang yang sudah meninggal karena mereka telah menemukan apa yang telah mereka lakukan. (Hr. Bukhari:1393)

Adapun acara maulid merupakan acara untuk memperingati hari kelahiran Rasul SAW. Artinya Rasul SAW yang membawa rahmat bagi umat sekalian ini, sudah seyogyanya untuk diperingati untuk mendapatkan pelajaran dari kehidupan-kehidupan Rasul.

Dalil yang disampaikan para ulama untuk membela bolehnya maulid ini sudah banyak, maka tidak saya sampaikan di sini. Namun, intinya bahwa maulid itu adalah acara untuk mengupas sisi-sisi kehidupan Rasul dan mengingat-ingatnya (jika lupa) sehingga dalam kehidupan nyata, kita sebagai manusia dapat meneladani dan mengikuti sunnah-sunnahnya.

Dari pemahaman dua acara ini, yang biasanya diisi dengan bacaan al-Qur’an, shalawat dan dzikir lainnya serta ditutup dengan ceramah agama, maka boleh dikemas dalam satu acara haul dan maulid. Dengan niat digabung seperti ini, akan mendapatkan dua faedah sekaligus, faedah memperingati rasul (dengan salawat dan doa) dan faedah memperingati keluarga yang merupakan birrul walidain (berbakti kepada orang tua). Semoga Allah mencatat kebaikan Bapak dalam melakukan dua hal baik tersebut. Amin. Wallahu a’lam.

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 29 Januari 2020 22:31 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Mendengar kata Gunung Kelud, orang pasti membayangkan kedahsyatan letusannya. Sekali meletus, abu Gunung Kelud bisa menghentikan operasional beberapa bandara. Bahkan, bandara di Yogya pun harus berhenti beroperasi ketika Gu...
Senin, 17 Februari 2020 20:01 WIB
Oleh: M Mas’ud AdnanGus Sholah. Panggilan yang enak didengar. Sekaligus menyejukkan. Siapa pun yang pernah bertemu, berbincang – apalagi akrab. Pasti terkesan: santun, tawaddlu’, sederhana, egaliter dan moderat. Moderat sesungguhnya. Bukan ...
Rabu, 19 Februari 2020 12:00 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*81. Waqul jaa-a alhaqqu wazahaqa albaathilu inna albaathila kaana zahuuqanDan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.TAFSIR AKTUALTentang meru...
Rabu, 29 Januari 2020 10:58 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...