Kamis, 20 Februari 2020 11:02

Tanya-Jawab Islam: Apakah Wirid Yasin itu Bid’ah?

Sabtu, 16 Desember 2017 11:05 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: -
Tanya-Jawab Islam: Apakah Wirid Yasin itu Bid’ah?
Dr. KH. Imam Ghazali Said

>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<<

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr wb, Pak Kiai yang saya hormati, apakah wirid Yasin itu bid’ah? Karena saya sering ikut acara yasinan di kampung.

Lalu bagaimanakah cara ibu-ibu bila inginnya bersilaturahmi menurut ajaran Islam yang baik di hadapan Allah swt? Mohon diberi jawaban dengan gamblang.

(Ibu Wati, Pelalawan)

Jawaban:

Memang masih banyak orang yang menganggap bahwa membaca surat Yasin secara berulang-ulang atau membacanya pada setiap acara secara khusus itu bid’ah, artinya tidak pernah dilakukan pada zaman Rasul. Padahal, sekilas kalau kita cermati Yasin adalah bagian dari al-Qur’an yang tak terpisahkan, maka orang yang membaca Yasin berarti juga membaca Al-Qur’an. Apakah membaca Al-Qur’an itu bid’ah, tidak pernah dilakukan pada zaman Rasul?

Statement di atas biasanya akan dibantah bahwa membaca Al-Qur’an tidak dilarang tapi mengulang-ulang dan mengkhususkannya itu yang tidak pernah ada pada zaman Rasul. Padahal di sana ada sebuah hadis yang dilaporkan oleh Anas bahwa:

“Dulu ada pria dari golongan Ansor itu menjadi Imam di Masjid Quba’, dan dia selalu membaca surat al-Ikhlas (setelah membaca al-Fatikhah) lalu disambung dengan surat lainnya. Dan ini ia lakukan pada setiap rakaat. Kemudian ada salah satu di antara mereka yang mengingatkannya, ‘kenapa Engkau selalu menambah bacaan surat setelah surat al-Ikhlas, kalau itu menurutmu tidak cukup, maka baca surat yang lain saja tanpa al-Ikhlas, atau surat al-Ikhlas saja, kan sudah cukup?’. Lalu ia menjawab: ‘sungguh saya tidak akan meninggalkan bacaan surat al-Ikhlas, jika kalian berkenan saya akan tetap menjadi imam di sini, jika kalian tidak berkenan saya tidak mau menjadi imam kalian di sini’, padahal mereka semua meyakini bahwa ialah yang paling baik agama dan bacaannya. Ketika Rasul datang ke masjid Quba’, mereka mengadukan tentang hal ini. Lalu Rasul bertanya, ‘apa sebabnya kamu selalu membaca surat al-Ikhlas pada setiap raka’at dan kamu menolak permintaan para jamaah untuk membaca surat lainnya?’. Ia menjawab: ‘saya mencintai surat tersebut, wahai Rasul’. Lalu Rasul menjawab: ‘cintamu kepada surat al-Ikhlas akan memasukkanmu ke dalam Syurga’”. (Hr. Bukhari:741)

Hadis ini dengan jelas menunjukkan bahwa membaca salah satu surat di dalam Al-Qur’an secara berulang-ulang dan dikhususkan pada sebuah peristiwa itu pernah ada dan dilakukan pada zaman Rasul. Sahabat Ansor tadi terus membaca berulang-ulang pada setiap raka’at dalam shalat karena merasa cinta kepada surat tersebut.

Jadi, jika Ibu merasa suka dan menikmati bacaan surat Yasin, maka boleh membacanya berulang-ulang atau pada sebuah momentum penting dalam kehidupan, seperti acara-acara perayaan dan lain sebagainya.

Adapun dalam bersilaturahmi hal yang paling penting adalah menjaga niat ketika bersilaturahmi. Niat yang benar adalah bersilaturahmi benar-benar karena Allah, bukan karena hal-hal yang lain. Biarlah Allah kelak yang mengatur urusan dunia kita, silaturahmi harus tetap diniatkan benar-benar karena perintah Allah, bukan karena lobi dll. Bentuk silaturahmi yang demikian biasanya tidak mudah rusak hanya karena barang bawaan (buah tangan) atau karena status sosial (kaya atau miskin, pejabat atau rakyat miskin).

Tren sosial di Indonesia, terutama ibu-ibu sering melakukan silaturahmi, perkumpulan dan pertemuan. Ini jelas BAIK dan dianjurkan dalam agama. Tapi yang menjadikan tidak baik adalah ketika ibu-ibu sudah meributkan barang bawaannya ini dan itu. Jika bagus disanjung-sanjung, tapi jika kurang bagus langsung digunjing. Bentuk silaturahmi yang hanya melihat buah tangannya saja dan kemudian membawa pada mencela dan menggunjing ini hukumnya HARAM. Yang utama adalah silaturahminya bukan buah tangannya. Ini sedang mewabah di masyarakat.

Terutama pada acara silaturahmi silaturahmi, jangan dilihat hidangannya, berkatnya dan apa yang diberikan. Datanglah karena Allah memang memerintahkan untuk saling bersilaturahmi.

Tata krama bersilaturahmi selanjutnya adalah mengucapkan salam, menyampaikan hal-hal yang baik, tidak ngerumpi, tidak menebarkan kebencian, tidak saling pamer, tidak saling sombong dalam percakapan, penampilan, perbuatan dan minimal tidak melakukan kemaksiatan di dalamnya. Maka, ini sudah dianggap sebagai silaturahmi menurut syariat Islam. Wallahu A’lam.

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 29 Januari 2020 22:31 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Mendengar kata Gunung Kelud, orang pasti membayangkan kedahsyatan letusannya. Sekali meletus, abu Gunung Kelud bisa menghentikan operasional beberapa bandara. Bahkan, bandara di Yogya pun harus berhenti beroperasi ketika Gu...
Senin, 17 Februari 2020 20:01 WIB
Oleh: M Mas’ud AdnanGus Sholah. Panggilan yang enak didengar. Sekaligus menyejukkan. Siapa pun yang pernah bertemu, berbincang – apalagi akrab. Pasti terkesan: santun, tawaddlu’, sederhana, egaliter dan moderat. Moderat sesungguhnya. Bukan ...
Rabu, 19 Februari 2020 23:52 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*81. Waqul jaa-a alhaqqu wazahaqa albaathilu inna albaathila kaana zahuuqanDan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.TAFSIR AKTUALAyat kaji di...
Rabu, 29 Januari 2020 10:58 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...