Kamis, 26 April 2018 10:56

​Kenalkan Tenun Ikat Bandar Kidul, Dekranasda Kediri Gelar Dhoho Street Fashion

Kamis, 14 Desember 2017 16:45 WIB
Wartawan: Arif Kurniawan
​Kenalkan Tenun Ikat Bandar Kidul, Dekranasda Kediri Gelar Dhoho Street Fashion
Salah satu model dengan mengenakan busana dengan berbahan dasar kain tenun ikat Bandar Kidul. Foto: ARIF KURNIAWAN/BANGSAONLINE

KOTA KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Puluhan model cantik berlenggak-lenggok di Taman Sekartaji Kota Kediri dalam acara Dhoho Street Fashion 3, Kamis (13/12). Sebuah event memperkenalkan Tenun Ikat Bandar Kidul Kota Kediri kepada masyarakat luas dalam bentuk Fashion Show. 

Mengusung tema Dhoho Street Fashion 3rd "Mengikat Kediri. Yang muda yang menenun," Ketua Dekranasda Kota Kediri Ferry Sylviana Abu Bakar berharap kain tenun khas Kota Kediri bisa dikenal dan digunakan masyarakat luas untuk pakaian sehari-hari, sebab potensi yang dapat ditarik dari kain tenun yang ada di Kota Kediri cukup besar.

"Semoga acara tersebut bisa dinikmati masyarakat dan tahun depan, di Dhoho Street Fashion 4 akan menjadi lebih meriah lagi," kata Silviana.

Dalam fashion show para model yang tampil ini mengenakan kreasi tenun ikat dari desainer-desainer cilik SMKN 3 Kediri dan beberapa desainer lain asal Kota Kediri.

Salah satu penggiat kain tenun ikat di Kota Kediri Siti Rukayah mengungkapkan, Pemkot Kota Kediri cukup memberikan ruang yang lebar dalam mengenalkan tenun khas Kediri, bahkan pada bulan Februari 2018, Tenun Ikat Bandar Kidul akan dibawa pameran di Amerika. Selain Amerika, saat ini negeri sakura Jepang juga tengah melirik kreatifitas dari tenun ikat khas dari Kota Kediri ini.

"Kita ditawari untuk ke Jepang dan mencoba membuat desain pakaian kimono menggunakan kain Tenun Ikat Bandar Kidul," ujar Siti Rukayah.

Pemerintah Kota Kediri melalui Ketua Dekranasda Kota Kediri Ferry Sylviana Abu Bakar mendatangkan salah satu desainer dari Jakarta bernama Didit Maulana untuk datang dalam DSF ke 3 ini. Didit Maulana mengaku cukup terkejut dengan potensi tenun yang bisa dikembangkan.

“Produknya bagus, motif dan warnanya juga menarik dan tidak kalah dengan daerah lainnya. Selain itu, operatornya juga ada banyak anak muda. Ini adalah potensi yang harusnya bisa dikembangkan dengan maksimal,” ujarnya.

Didit juga menyampaikan saran agar Kota Kediri bisa mengembangkan wisata tenun, dari proses pembuatan tenun hingga jadi bisa menjadi salah satu destinasi wisata menarik untuk wisatawan yang datang ke kediri. (rif/ian)

Rabu, 25 April 2018 00:28 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*PILKADA terus diselenggarakan dan saya selalu membanding di kala bertandang di banyak negara Asia, Eropa maupun Timur Tengah. Pergantian kepala daerah memang banyak mengeluarkan ongkos dan perubahan di mana-mana terus dikamp...
Senin, 19 Maret 2018 19:42 WIB
Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .      Wa-aataynaa muusaa alkitaaba waja’alnaahu hudan libanii israa-iila allaa tattakhidzuu min duunii wakiilaan (2).Dzurriyyata man hamalnaa ma’a nuuhin innahu kaana ‘abdan syakuuraa...
Sabtu, 21 April 2018 12:32 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Jumat, 20 April 2018 23:01 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Ngawi dikenal mempunyai Alas Srigati atau Alas Ketonggo yang terletak 12 Km arah selatan dari kota. Menurut masyarakat Jawa, Alas Ketonggo merupakan salah satu wilayah angker atau ‘wingit’ di tanah Jawa.Ha...