Masalah Ekonomi, Warga Desa Medang Gantung Diri

Masalah Ekonomi, Warga Desa Medang Gantung Diri Polisi melakukan olah TKP.

Kejadian itu menyebar dengan cepat. Sejumlah polisi mendatangi lokasi kejadian tidak lama berselang. Mereka menurunkan korban yang masih tergantung. Suwarto sudah tidak bernyawa ketika diperiksa.

“Keluarga korban tidak berkenan mayat diautopsi. Mereka ikhlas dan minta langsung dimakamkan,” ujar Kanitreskrim Polsek Waru Iptu Untoro.

Untoro tidak menampik bahwa motif bunuh diri adalah cekcok suami-istri. Bahtera rumah tangga Suwarto dan Wahyuni selama ini memang kerap gaduh. Nah, puncaknya terjadi Minggu (10/12) atau tiga hari sebelum kejadian. Wahyuni mengeluhkan penghasilannya kurang. Dia meminta suaminya mencari pekerjaan yang menghasilkan.

Namun, permintaan itu ditangkap berbeda oleh korban. Suwarto merasa jengkel dimarahi istrinya. Dia uring-uringan dan lebih banyak menghabiskan waktu di kamar. “Korban juga pernah mengutarakan niatnya untuk bunuh diri ke orang-orang,” jelasnya.

Sejumlah barang bukti diamankan petugas dari tempat kejadian perkara (TKP). Di antaranya adalah tali tampar yang dipakai korban untuk gantung diri. Juga, dua botol plastik minuman berkarbonasi (sprite) dan bungkus obat sakit kepala (bodrex) yang sudah kosong.

Mantan Kanitreskrim Polsek Gedangan itu menambahkan, tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Hanya lidah korban tampak menjulur ketika dievakuasi. Kondisi itu jamak terjadi pada kasus bunuh diri.

“Murni karena kemauan sendiri. Dikuatkan dengan keterangan saksi yang sudah kami periksa,” ucap perwira polisi dengan dua balok di pundak itu. (cat/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Ditjen Bea Cukai Ditegur Menkeu Terkait Oknum Penjual Pita Rokok':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO