Senin, 19 November 2018 13:15

ISNU Jombang Sesalkan Ujian Madrasah Aliyah Diduga Berisi Soal Khilafah

Rabu, 06 Desember 2017 19:52 WIB
Wartawan: Rony Suhartomo
ISNU Jombang Sesalkan Ujian Madrasah Aliyah Diduga Berisi Soal Khilafah
Ketua ISNU Jombang menunjukan lembar soal ujian Fiqih. foto: RONY S/ BANGSAONLINE

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Sebuah foto soal ujian akhir semester ganjil Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kabupaten Jombang yang beredar di media sosial, mendadak ramai diperbincangkan publik, Rabu (06/12/2017).

Sebab, daftar pertanyaan dan pilihan jawaban dalam lembar soal terbitan Kementerian Agama melalui Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKMA) ini dinilai mengarah pada ajaran ormas Hizbut Tahrir Indonesa (HTI) yang sudah dibubarkan pemerintah.Ajaran HTI yang dikenal menolak Pancasila dan bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kepala lembar soal itu menunjukkan bahwa soal merupakan bagian dari ujian mata pelajaran Fiqih, diperuntukkan bagi kelas XII IPA/IPS, dan dilaksanakan mulai pukul 09.30 sampai 11.00 WIB pada Selasa, 05 Desember 2017.

Ketua Ikatan Sarjana Nahdatul Ulama (ISNU) Jombang, Abdul Hanan Majdy menyayangkan soal materi ujian madrasah Aliyah yang banyak memuat tentang Khilafah. Menurutnya, hal itu sama saja memberikan doktrin ideologi khilafah pada generasi muda. Padahal, kejadian ini sudah pernah terjadi sebelumnya di beberapa daerah di Indonesia seperti di Cilegon, Banten pada tanggal 03 Desember 2015 lalu.

“Kita sangat menyayangkan ini terjadi lagi. Materinya banyak memuat tentang khilafah. Kita heran mengapa tim penyusun kurikulum mengambil fiqih siyasah yang mengandung khilafah. Lebih baik fokus pada fiqih muamalah dan ibadah karena masih tingkat aliyah,” jelasnya, Rabu (06/12/2017).

Menurutnya, keanehan tak hanya ada pada materi seputar khilafah dan khalifah, melainkan pula pada cara memaparkan butir pertanyaan dengan tema serupa secara berturut-turut hingga memenuhi satu halaman soal. Hal ini, sebut Hanan sama saja dengan menanamkan sel tidur terkait khilafah di otak anak didik. Bahayanya bila diteruskan maka akan ada perpecahan NKRI

“Ini kalau diterus-teruskan bisa memicu perpecahan dalam tubuh NKRI. Karena sejak usia muda sudah disusupi ajaran khilafah,” tambahnya.

Menyikapi hal ini, Hanan beserta tim ahli dan kajian ISNU akan menelusuri masalah ini. Tidak hanya itu, pihaknya akan mengkaji secara mendalam mulai dari sistem pembuatan soal, perancang kurikulum mata pelajaran fiqih, dan bagaimana sistem kerja di Kementerian Agama (Kemenag). Selanjutnya akan dilakukan usulan perubahan materi kepada Kemenag.

“ISNU akan mengkaji dari tim ahli, kita akan menyampaikan pada Kemenag untuk merevisi kurikulumnya. Karena kalau diterus-teruskan bahaya ini,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kemenag Jombang, Abdul Haris mengaku tidak ada yang salah pada materi tersebut. Menurutnya, soal tersebut sudah sesuai dengan kurikulum 2013 untuk mata pelajaran fiqih. Dalam buku ajar yang Kemenag terbitkan, bahasan itu diterjemahkan ‘Sistem Pemerintahan dalam Islam’.

“Memang dalam Kurikulum 2013 untuk mapel (mata pelajaran) fiqih di madrasah aliyah kelas XII terdapat bahasan tentang khilafah,” paparnya.

Haris mengatakan, materi yang dibahas berkaitan dengan syarat-syarat kepemimpinan dalam Islam, sistem politik dalam Islam, dan lain-lain. Ia juga meminta untuk tidak menghubungkan materi khilafah ini dengan pemaknaan khilafah yang diusung HTI.

“Di sini dijelaskan mengenai awal pembentukan khilafah, mulai era Khulafaur Rasyidin hingga Turki Utsmani. Termasuk dijelaskan mengenai siyasah sayar’iyah, hukum, dan hikmah pemerintahan Islam,” pungkasnya. (ony/rev)

Rabu, 14 November 2018 00:10 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SUASANA khusuk menyelimuti Jumat malam 9 November 2018 di lorong-lorong kampung, di ruas-ruas musholla, di beranda-beranda langgar, di ruang-ruang masjid, surau ataupun gardu desa. Rakyat membaca doa dengan selingan renungan tent...
Senin, 19 November 2018 11:17 WIB
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   Waja’alnaa allayla waalnnahaara aayatayni famahawnaa aayata allayli waja’alnaa aayata alnnahaari mubshiratan litabtaghuu fadhlan min rabbikum walita’lamuu ‘adada alssiniina waalhisaaba...
Sabtu, 10 November 2018 10:00 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Selasa, 06 November 2018 22:28 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - Dua tahun terakhir Kabupaten Madiun mendapatkan penghargaan Anugerah Wisata Tingkat Provinsi Jawa Timur. Pertama anugerah wisata buatan terbaik provinsi diraih Taman Wisata Madiun Umbul Square tahun 2017, menyusul kemudian ...