Muradi Clark, PhD, pengamat politik UNPAD, Bandung.
Dosen FISIP Unpad ini yakin pasangan Saifullah Yusuf-Abdullah Azwar Anas (Saiful-Anas) maupun Khofifah Indar Parawansa yang saat ini masih memilah pasangan tidak mungkin menggunakan politik SARA dalam kampanye pilgub.
Pasalnya, latar belakang Gus Ipul dan Khofifah sebagai kader NU yang santun akan menjadi bumerang yang akan berbalik ke mereka kalau keduanya melempar isu SARA dalam kompetisi suksesi di Jawa Timur.
“Saya menilai tidak mungkin Gus Ipul dan Khofifah menggunakan isu SARA dalam kampanye pilgub. Hal itu akan berbalik dan menampar wajah mereka kalau dilakukan, karena mayoritas warga Jatim adalah nahdliyin yang dikenal santun dan toleran,” urai Muradi.
Pengamat Pertahanan dan Kepolisian ini meyakini kalau antar tokoh agama dan tokoh masyarakat di Jawa Timur punya komitmen menjaga provinsi dengan 42 juta penduduk itu tetap kondusif, maka provokasi politik SARA tidak akan laku di Jawa Timur.
Terutama dua ormas terbesar seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Ormas ini adalah kunci untuk menjaga situasi kondusif di Jatim yang selama pemerintahan Soekarwo sangat terkendali.
“NU dan Muhammadiyah bisa menjadi benteng dari serangan politik SARA di Jatim. Kalau punya komitmen, kedua ormas ini bisa meredam isu SARA,” pungkasnya. (mdr/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






