Para peserta upacara dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional di Alun-alun Bojonegoro.
Dalam kesempatan itu, Suyoto berpesan kepada para santri untuk selalu cinta tanah air. "Sebab, cinta tanah air sebagian dari iman. Saya juga meminta para santri agar lebih inovatif agar mampu mampu berkiprah di kancah nasional bahkan internasional," ujarnya.
"Pertama santri yang terus berkiprah adalah yang mampu mengubah keimanan dalam hati dan diubah dalam bentuk karya. Kedua santri yang karya-karyanya diterima oleh lingkungan sosial dan siapapun. Selanjutnya adalah santri yang punya kemampuan komunikasi yang baik. Santri santri yang sanggup berkolaborasi dan bekerjasama dengan siapapun ukhuwah islamiah, ukhuwah watoniah," tandasnya.
Upacara HSN di Bojonegoro ini mengambil tema "Wajah Pesantren Wajah Indonesia". Sejak pagi sekitar sepuluh ribu santriwan-santriwati mulai memadati Alun-alun Bojonegoro, dengan menggunakan pakaian putih.
Peringatan Hari Santri Nasional tahun ini tampak semarak karena ada penampilan tari kolosal yang bertajuk "ayo mondok" yang diperagakan oleh 650 santri dari pondok pesantren Al Rosyid Bojonegoro.
Selain itu, upacara HSN itu juga dihadiri seluruh Forkopimda Bojonegoro. Juga tampak Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu S Bintoro, Dandim 0813 Letkol Kaf Heri Subagyo serta perwakilan parai kiai se-Bojonegoro. (nur/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




