Sementara, jika disandingkan dengan nama-nama kepala daerah muda seperti Emil Dardak, Ipong Muchlissoni, dan Ony Harsono, maka nama Hasan Aminudin dianggapnya lebih potensial karena memiliki jam terbang lebih lama.
Selain dianggap bisa memainkan jaringan nasional karena dia juga anggota Fraksi Partai Nasdem DPR RI, Hasan juga dianggap masih memiliki massa loyalis karena pernah menjabat Ketua PKB Jatim di era Gus Dur.
Dua kali pilkada, kata dia, Khofifah memilih wakil kurang signifikan dalam mendulang suara, khususnya di wilayah tapal kuda dan Madura. Sehingga menurutnya, Khofifah perlu terobosan figur wakil yang menguasai tapal kuda dan madura.
"Khofifah sudah kuat di mataraman, tapi dua kali pilkada Jatim kalah di tapal kuda," jelasnya.
Sementara itu, Khofifah sendiri telah membentuk tim 9 yang berisi para kiai NU untuk mencari figur yang paling pas sebagai calon wakil Khofifah. Ada 8 nama yang saat ini sedang dibahas, mereka dari kalangan birokrat, kepala daerah, pensiunan TNI/Polri dan politisi. Rencananya awal bulan November nama wakil Khofifah itu akan diumumkan. (mdr)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






