Sabtu, 21 April 2018 16:30

Ada Gua Lebar di Bawah Kota Sampang

Selasa, 10 Oktober 2017 10:54 WIB
Editor: choirul
Wartawan: tari
Ada Gua Lebar di Bawah Kota Sampang
Pemandangan dari atas gua. foto: Tari/BANGSAONLINE

SAMPANG, BANGSAONLINE.com - Gua Lebar, sebuah ceruk yang cukup dalam, di bawah pemukiman. Tepatnya, di Jl Pahlawan V, Kelurahan Rong Tengah, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang.

Gua Lebar ini patut dimasukkan jadwal plesiran Anda. Lantaran bukan sekadar sebagai destinasi wisata gua, tapi juga di dataran di atas gua tertata taman dan konsep hutan di atas batu sehingga wisatawan dapat merasakan suasana sejuk dan nyaman.

Gua Lebar memiliki karakteristik gua berdinding tebing jenis batu kapur. Gua ini juga merupakan situs sejarah, karena di dalamnya terdapat petilasan Pangeran Trunojoyo.

Objek wisata Gua Lebar hanya berjarak 800 meter dari pusat kota, yang bisa ditempuh dengan waktu kurang lebih 15 menit. Wisatawan bisa menempuh perjalanan ini menggunakan sepeda motor maupun mobil. Namun kebanyakan pengunjung mengendarai motor dikarenakan medan bebatuan dan cukup licin.

Lokasi dataran gua ini berada di ketinggian 500 m di atas permukaan laut. Dengan begitu memungkinkan wisatawan untuk melihat Kota Sampang secara utuh, dari posisi pandang sebelah barat, timur dan utara. Sebelah selatan memungkinkan melihat pemandangan Laut Selat Madura dengan dukungan menara pantau dari atas gua kawasan gua ini.

Wisatawan juga bisa menikmati keindahan sunset maupun sunrise di Gua Lebar ini. Karena berada di dataran tinggi, maka Kota Sampang dapat terlihat jelas, dan sangat eksotik ketika malam hari.

Saat wisatawan memasuki gua lebar, wisatawan akan disambut dengan patung Pak Sakera dengan kaos bergaris merah putih khas orang Madura. Jika wisatawan ingin memasuki Gua Lebar sudah disediakan anak tangga menuruni gua, jika wisatawan tertarik mereka bisa menyusuri gua lebih dalam lagi.

Anak tangga menuju Gua Lebar memiliki pemandangan yang berbeda-beda. Di sebelah kiri ada jalan masuk menuju bongkahan-bongkahan batu besar. Setelah melewati batu-batu tersebut, wisatawan akan menemukan area luas dengan langit-langit gua.

Namun, bila menuju sebelah kanan arah gua, wisatawan akan menyusuri jalan yang diselimuti dedaunan yang menuntun anda menuju gua yang lebih dalam tanpa sinar matahari.

“Gua Lebar ini merupakan gua buatan, pada zaman penjajahan Belanda, gua ini menjadi tempat persembunyian. Gua Lebar dibentuk dengan cara diledakkan sehingga menghasilkan cekungan yang lebar untuk bersembunyi sekaligus menyimpan persenjataan,” jelas Ridwan salah satu warga yang mengerti tentang Gua Lebar.

Setelah zaman Belanda, gua lebar ini digunakan sebagai tempat penambangan batu kapur. Gua ini memang tepat berada di tengah kota dan masih dalam satu kawasan dengan Masjid Agung Sampang serta monumen Kota Sampang.

Wisatawan yang ini berkunjung ke Gua Lebar ini tidak dipungut biaya, hanya cukup membayar uang parkir sebesar Rp 2 ribu. Tepat samping gua lebar disediakan kolam pemandian yang hanya dipungut biaya sebesar 5 ribu.

Selain itu, wisatawan juga disediakan tempat istirahat semacam warung makan yang strategis. (Tari/UTM)

Kamis, 19 April 2018 18:28 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*DEBAT perdana Kandidat Gubernur Jawa Timur telah dihelat 10 April 2018 lalu dan terus mengiangkan diksi dan intonasi kata “kemiskinan” selama saya mengikutinya dalam perjalanan. Pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil E...
Senin, 19 Maret 2018 19:42 WIB
Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .      Wa-aataynaa muusaa alkitaaba waja’alnaahu hudan libanii israa-iila allaa tattakhidzuu min duunii wakiilaan (2).Dzurriyyata man hamalnaa ma’a nuuhin innahu kaana ‘abdan syakuuraa...
Sabtu, 21 April 2018 12:32 WIB
Assalamualaikum Ustad, saya ingin bertanya. Bapak saya punya saudara laki-laki dan dia punya cucu perempuan, apakah boleh saya menikahinya. Mohon di jawab. Waalaikumsalam.(Muhammad Tesan, Netizen)Jawab:Status hubungan keluarga di atas adalah sudah ...
Jumat, 20 April 2018 23:01 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Ngawi dikenal mempunyai Alas Srigati atau Alas Ketonggo yang terletak 12 Km arah selatan dari kota. Menurut masyarakat Jawa, Alas Ketonggo merupakan salah satu wilayah angker atau ‘wingit’ di tanah Jawa.Ha...