Sandhur Pantel, Kesenian Khas Madura yang Dipertahankan Warga Sampang

Sandhur Pantel, Kesenian Khas Madura yang Dipertahankan Warga Sampang Gerakan tari Sandur Panthel. foto: net

Pementasan Sandhur Pantel adalah tujuan pertama untuk mendatangkan hujan ketika terjadi kemarau panjang. Bentuk yang digunakan berupa nyanyian, tarian, melantunkan puji-pujian serta melafalkan doa dan diiringi oleh alunan alat musik gending. "Kalau musim kemarau, banyak petani kumpulan petani yangmengadakan sandhur pantel ini, dengan tujuan meminta hujan supaya lahan persawahan mereka tidak kering," sambung Burhan sebagai salah satu petani.

Tujuan kedua yakni Rokat anak atau Rokat pamdabha. Pementasan ini dilakukan agar kelak si anak selamat dan terhindar dari bermacam gangguan. Tujuan ketiga yaitu rokat pangkalan. Rokat ini diadakan ketika hasil tangkapan ikan para nelayan berkurang. Acara ini biasanya dilakukan di pinggir pantai atau pemukiman para nelayan. Sedangkan tujuan keempat yaitu sebagai proses penyembuhan penyakit. Biasanya sandhur pantel akan dilaksanakan ketika ada orang sakit dan penyakitnyantak kunjung sembuh juga walaupun telah melakukan pengobatan.

Proses ritual dari sandhur pantel sendiri biasanya dibagi beberpa pementasan. Pementasan pertama biasanya berdurasi sekitar 3 sampai 4 jam, dilanjutkan lagi dengan melantumkan bait - bait pujian dan doa. Para penari pada babak kedua melakukan bermacam gerakan yang sama adapun bait-bait yang dilantumkan adalah hardham, hardham rennang, nedham, alam adi tobat, hardham, set iset farhong, nang-rennang farhong, farhong rennang. Biasanyanya dilakukan dengan penari laki-laki dan perempuan serta bisa slah satunya.

Dalam setiap pementasan selalu disediakan sesaji yang dijadikan satu dalam sebuah nyiru (ancak). Dalam nyiru (ancak) dihiasi oleh janur dan disediakan berbagai macam sajian, antara lain kelapa gading, bermacam jajan pasar (kue basah), kue kering (rengginang, krioik, peyek), nasi dan panggang ayam ( dibungkus dibentuk kerucut) serta rocean jagung dan kacang. Selain itu disediakan pula bahan pakain (kain) untuk rampatan (sesaji pakaian). Adapun kain yang disediakan dalam bentuk pakaian anak-anak, remaja, orang dewasa, serta sarung dan kain panjang. Semua pakaian tersebut mempunyai warna yang berbeda yaitu merah, kuning, putih, hitam dan hijau. Tidak ketinggalan dalam ancak tersebut disajikan pula roncean kembang.

Untuk bahan pakaian dan kain panjang dipersiapkan yang masih baru. Setelah pementasan semua bahan pakaian di simpan kembali. Apabila akan diadakan pementasan lagi maka semua bahan pakaian dicuci untuk selanjutnya digunakan kembali

Sedangkan bagi pementas, wanita memakai kain panjang dipadu dengan kebayak sono' (kebaya tanpa kancing depan), para penari memakai busana pesa', celana komprang hitam, baju longgar hitam, di bagian pinggang dililitkan kain panjang yang dilipat. Sementara itu para nayaga (pengrawit) bisannya memakai seragam yang sama. (Tari/UTM)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO