Kamis, 04 Juni 2020 21:23

Batik Malangan Tampil Memukau di Balai Kota

Selasa, 03 Oktober 2017 01:49 WIB
Wartawan: Tuhu Priyono
Batik Malangan Tampil Memukau di Balai Kota
Dua orang model saat memperagakan busana batik Tjelaket Malangan di halaman Balai Kota Malang, Malang, Senin (2/10). foto: merdeka.com

KOTA MALANG, BANGSAONLINE.com - Bertempat di halaman gedung Balai Kota Malang, ratusan mahasiswa, elemen masyarakat hingga pelaku seni, hadir merayakan hari pengakuan batik Indonesia oleh bangsa dunia.

Sejumlah tarian dan kesenian daerah nusantara, mulai tarian khas suku Dayak, Nusa Tenggara Timur serta tari Gandrung dari Banyuwangi, menjadi menu pembuka pada peringatan hari batik nasional yang jatuh pada tangal 2 oktober di setiap tahunnya. Tidak hanya tarian saja, di hari batik tahun ini, Kota Malang menyajikan peragaan busana batik khas malangan, yang penuh akan corak dan motif, warna, serta moral cerita di baliknya.

Sejumlah peragawati atau pemeran busana berlenggak lenggok memamerkan keindahan batik tradisional malangan yang diiringi gending dan tari Banyuwangi. Beberapa pengguna jalan yang melintas dan wisatawan asing yang melintas di depan balai kota pun menyempatkan diri untuk melihat dari dekat kegiatan tersebut. Bahkan anggota DPR RI dari komisi VI Rieke Diah Pitaloka serta Ridwan Hisyam dari komisi X juga ikut hadir dalam acara kali ini.

Salah Pemrakarsa batik Malangan, Hanan Jalil mengatakan, jika tema aksi kali ini adalah “Batik Word Toleran”, di mana batik tidak hanya sekedar sebagai mode pakaian saja, namun juga sebagai penanda toleransi antar bangsa.

Sementara itu, Rieke Diah Pitaloka mengatakan kegiatan semacam ini adalah menjadi momentum bagi pelaku industri batik, khususnya Industri kecil dan menengah diseluruh pelosok tanah air untuk mendapat dukungan yang lebih serius dari Pemerintah.

Di penghujung acara seluruh tamu undangan dan mahasiswa, sempat menggelar deklarasi dukungan terhadap keberagaman budaya, agama dan adat yang dipimpin oleh Rieke Diah Pitaloka.

"Toleransi sangat dibutuhkan di negara yang memiliki kemajemukan, seperti Indonesia yang kita cintai ini. Penindasan dan penistaan terhadap sesama manusia tidak memiliki tempat di bumi Nusantara. Sayangnya kondisi seperti saat ini terus saja terjadi dan menjadi penyebab perpecahan antar warga bangsa,” pungkasnya. (thu/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Selasa, 02 Juni 2020 23:45 WIB
Oleh: M. Cholil NafisItulah kemudahan ajaran Islam. Kalau bisa dipermudah mengapa dipersulit, (yassiru wa la tu’assiru). Demikian prinsip ajaran Islam yang beradaptasi dengan kondisi dan zaman. Begitu juga soal pelaksanaan ibadah haji yang meny...
Minggu, 31 Mei 2020 18:02 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*22. Sayaquuluuna tsalaatsatun raabi’uhum kalbuhum wayaquuluuna khamsatun saadisuhum kalbuhum rajman bialghaybi wayaquuluuna sab’atun watsaaminuhum kalbuhum qul rabbii a’lamu bi’iddatihim maa ya’lamuhum...
Rabu, 03 Juni 2020 11:08 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <...