Senin, 19 Agustus 2019 13:39

Batik Malangan Tampil Memukau di Balai Kota

Selasa, 03 Oktober 2017 01:49 WIB
Wartawan: Tuhu Priyono
Batik Malangan Tampil Memukau di Balai Kota
Dua orang model saat memperagakan busana batik Tjelaket Malangan di halaman Balai Kota Malang, Malang, Senin (2/10). foto: merdeka.com

KOTA MALANG, BANGSAONLINE.com - Bertempat di halaman gedung Balai Kota Malang, ratusan mahasiswa, elemen masyarakat hingga pelaku seni, hadir merayakan hari pengakuan batik Indonesia oleh bangsa dunia.

Sejumlah tarian dan kesenian daerah nusantara, mulai tarian khas suku Dayak, Nusa Tenggara Timur serta tari Gandrung dari Banyuwangi, menjadi menu pembuka pada peringatan hari batik nasional yang jatuh pada tangal 2 oktober di setiap tahunnya. Tidak hanya tarian saja, di hari batik tahun ini, Kota Malang menyajikan peragaan busana batik khas malangan, yang penuh akan corak dan motif, warna, serta moral cerita di baliknya.

Sejumlah peragawati atau pemeran busana berlenggak lenggok memamerkan keindahan batik tradisional malangan yang diiringi gending dan tari Banyuwangi. Beberapa pengguna jalan yang melintas dan wisatawan asing yang melintas di depan balai kota pun menyempatkan diri untuk melihat dari dekat kegiatan tersebut. Bahkan anggota DPR RI dari komisi VI Rieke Diah Pitaloka serta Ridwan Hisyam dari komisi X juga ikut hadir dalam acara kali ini.

Salah Pemrakarsa batik Malangan, Hanan Jalil mengatakan, jika tema aksi kali ini adalah “Batik Word Toleran”, di mana batik tidak hanya sekedar sebagai mode pakaian saja, namun juga sebagai penanda toleransi antar bangsa.

Sementara itu, Rieke Diah Pitaloka mengatakan kegiatan semacam ini adalah menjadi momentum bagi pelaku industri batik, khususnya Industri kecil dan menengah diseluruh pelosok tanah air untuk mendapat dukungan yang lebih serius dari Pemerintah.

Di penghujung acara seluruh tamu undangan dan mahasiswa, sempat menggelar deklarasi dukungan terhadap keberagaman budaya, agama dan adat yang dipimpin oleh Rieke Diah Pitaloka.

"Toleransi sangat dibutuhkan di negara yang memiliki kemajemukan, seperti Indonesia yang kita cintai ini. Penindasan dan penistaan terhadap sesama manusia tidak memiliki tempat di bumi Nusantara. Sayangnya kondisi seperti saat ini terus saja terjadi dan menjadi penyebab perpecahan antar warga bangsa,” pungkasnya. (thu/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 09 Agustus 2019 19:52 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Kediri memiliki destinasi wisata baru bernama Dewi Cemara. Obyek wisata berbasis pertanian dan peternakan di Desa Kedung Malang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri ini telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...