Rabu, 22 Agustus 2018 14:02

Ratusan Peserta Ikuti Kuliah Umum SKK Migas di Ponpes Tebuireng

Rabu, 27 September 2017 17:22 WIB
Wartawan: Romza
Ratusan Peserta Ikuti Kuliah Umum SKK Migas di Ponpes Tebuireng
Ali Mashar, Kepala Perwakilan SKK Migas Jawa Bali dan Nusa Tenggara (Jabanusa) saat memaparkan materi dalam kuliah umum di Ponpes Tebuireng, Rabu (27/9/2017). foto: ROMZA/ BANGSAONLINE

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Ratusan peserta dari berbagai kalangan mengikuti kuliah umum yang digelar Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) di Aula KH Yusuf Hasyim, Ponpes (Pondok Pesantren) Tebuireng Jombang, Rabu (27/9/2017).

Acara yang diikuti ratusan peserta ini juga dihadiri langsung Pengasuh Ponpes Tebuireng, KH Salahudin Wahid (Gus Solah). Adapun salah satu narasumber adalah Ali Mashar, Kepala Perwakilan SKK Migas Jawa Bali dan Nusa Tenggara (Jabanusa).

Dalam pantauan Bangsaonline.com, mahasiswa Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy) yang mayoritas peserta nampak antusias mengikuti kuliah umun itu. Sejumlah pertanyaan dari mereka mewarnai berjalannya forum. Demikian juga dengan para santri yang hadir dalam acara tersebut. Mereka mengikuti kuliah dari awal hingga akhir.

Dalam paparannya, Ali Masyhar mengatakan bahwa migas merupakan salah satu kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia, dan Jawa Timur khususnya. Oleh karena itu masyarakat wajib tahu tentang sumber daya alam tersebut. “Makanya kami menggelar kuliah umum ini. Agar masyarakat mengetahui bagaimana kondisi migas serta seperti apa pengelolaannya. Ini wajib diketahui oleh mahasiswa sebagai generasi muda,” ujar Ali Masyhar, usai acara.

Menurut Ali, berbicara konteks Jawa Timur, tidak bisa dilepaskan dari kultur nahdliyin dan santri. Karena itu juga, santri sudah selayaknya mengetahui kekayaan sumber daya alam di daerahnya.

“Terkait santri, pesantren Tebuireng adalah ikon di Jawa Timur. Makanya dalam kuliah umum tadi kita menghadirkan pemateri yang kompeten di bidangnya. Utamanya tentang pengelolaan migas dan aturan-aturannya,” ungkapnya.

Gus Solah menilai, kuliah umum tentang migas sangat penting bagi santri dan mahasiswa. Karena selama ini mereka masih buta tentang kondisi migas di Indonesia. Pasalnya, materi tersebut tidak diberikan di bangku kuliah. “Dengan adanya materi itu, mahasiswa lebih bisa menyiapkan diri dalam menghadapi persaingan. Jadi, kuliah umum soal migas tersebut sangat bagus bagi mahasiswa dan santri,” tandas Gus Solah. (rom)

Sabtu, 11 Agustus 2018 16:43 WIB
Oleh: Ach. Taufiqil Aziz*Sekitar jam 17.00, pada 9 Agustus 2018, kami sekeluarga masih menonton stasiun televisi tentang pengumuman Cawapres Jokowi. Di televisi, beberapa stasiun dan pengamat sudah menganalisa bahwa Mahfud MD (MMD) yang akan menjadi ...
Kamis, 16 Agustus 2018 17:26 WIB
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   In ahsantum ahsantum li-anfusikum wa-in asa'tum falahaa fa-idzaa jaa-a wa’du al-aakhirati liyasuu-uu wujuuhakum waliyadkhuluu almasjida kamaa dakhaluuhu awwala marratin waliyutabbiruu maa ‘al...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 18 Agustus 2018 10:03 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Rabu, 08 Agustus 2018 10:41 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Asosiasi Wisata Gua Indonesia (Astaga) dan Mahasiswa Pecinta Alam (Mahipal) Unirow Tuban akhirnya memaparkan data pemetaan gua di Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Data tersebut dikeluarkan setelah tim me...