Siswa-siswi YTPS (Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial) NU Khadijah Surabaya foto bersama kepala sekolah, guru serta pengurus Muslimat NU Surabaya. foto: YUDI A/ BANGSAONLINE
Keberhasilan dalam pengumpulan bantuan oleh Yayasan Khadijah dan Muslimat Surabaya itu karena peran media sosial serta animo masyarakat khususnya warga Nahdliyin yang sangat luar biasa.
“Bahkan dari purnawirawan TNI AL serta dari yayasan-yayasan lain juga larinya ke Yayasan Khadijah,” tegas wanita yang juga Ketua V Yayasan Khadijah Surabaya ini.
Sementara itu, Ketua Panitia Pengumpulan Bantuan Muslim Rohingya Yayasan Khadijah Surabaya Syifa’ul Khoir, SAg menambahkan, bantuan yang masuk ke kapal dibatasi hanya 6 ton saja karena kapasitas kapal hanya 25 ton sehingga yang 19 ton berasal dari Muslimat NU Pusat.
“Beras itu berasal dari kepedulian para alumni SD Khadijah Surabaya yang menyumbang sekitar 5 ton. Karena keterbatasan kapasitas itulah maka untuk hari ini tidak bisa ditambah lagi pengirimannya. Andai kata hari ini ada container yang bisa mengangkat, 10 ton beras masih bisa,” ucap Kepala Sekolah SD Khadijah ini.
Kepedulian Yayasan Khadijah terhadap tragedi kemanusiaan Rohingya tidak terlepas dari visi-misi yayasan yaitu taman pendidikan sosial khadijah. “Kata sosial inilah yang harus dikembangkan bahwa misi khadijah tidak hanya mencerdaskan anak bangsa tapi juga misi sosial kepada masyarakat,” pungkas Lilik. (ian/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




