Ahmad Basarah saat berkunjung ke Ponpes Genggong dan bertemu kiai NU. Ia diberi amplop oleh Kiai Mutawakil.
Saat ditanya, apa saja isi dari tulisan tangan itu, lagi-lagi Kiai Mutawakil mengatakan jika itu suara pribadi dirinya. Namun, dirinya mengaku bahwa pertemuan itu juga mewakili kiai-kiai di Jawa Timur.
Dirinya mengapresiasi PDIP karena telah mengutus Wasekjen-nya untuk menemui kiai-kiai NU dan mendengarkan langsung apa yang menjadi aspirasi para kiai. "Kami tadi sudah mendengarkan pesan-pesan dari Ibu Mega melalui pak Ahmad Basarah tadi. Ada dua pesan yang disampaikan tadi, yakni pertama, pesan umum menyangkut tentang kepentingan bangsa dan negara, bahwa penyangga negara itu tidak ringan, maka dibutuhkan kekuatan politik dan kultur yang di antaranya realisasinya merajut kembali sinergi antara nasional dan religius yakni bertawasul kepada para kiai.
Dan kedua, ada pesan-pesan khusus yakni terkait dengan Pilgub. "Tadi saya sampaikan dari 48 cabang NU di Jatim, telah sepakat untuk mewujudkan calon tunggal, yakni Gus Ipul untuk menjadi calon Gubenur Jawa Timur. Untuk itu, kami berharap agar ibu Megawati merekom Gus Ipul sebagai Cabup Jatim. Untuk wakilnya, kami serahkan langsung kepada Ibu Mega untuk memilihnya," tegasnya.
Ahmad Basarah, wakil Sekjen DPP PDIP, mengaku ditugaskan khusus oleh Megawati untuk menyerap aspirasi ulama. NU dan Soekarno punyai hubungan dekat. "Demikian pula PDIP dan NU, punya hubungan erat. Kami ke sini juga minta pendapat kiai, siapa yang pas untuk mendampingi Gus Ipul," katanya.
Meski begitu, menurut Basarah, PDIP sudah memiliki pandangan siapa yang akan didorong menjadi Cawagub. "Tapi saya gak bisa sebut nama," katanya. (ndi/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




