Wali Kota Abdullah Abu Bakar saat menjenguk Abian di RS Aura Syifa, Kediri.
Menurut dr Bobbi, spesialis bedah anak RS Aura Syfa, Abi mengalami kelainan bawaanya pada ususnya. Karena usus bagian bawah sempit, menyebabkan kotoran tidak bisa keluar. Oleh karena itu, tindak medis yang ditempuh adalah melakukan operasi pemotongan usus, kemudian membuatkan anus sementara dan mengembalikan fungsi anus melalui pergantian usus atas ke bawah.
"Sekarang ini kondisinya sudah bagus dan bisa dibawa pulang. Sudah bisa berobat jalan," aku dr. Bobi.
Kondisi Abi saat ini jauh lebih baik dari awal datang. Tiga bulan lalu, sewaktu orang tuanya membawa sang bocah ke RS. Aura Syfa tidak bisa buang air besar. Perutnya kembung dan muntah-muntah. Setelah menjalani tiga tahap operasi, akhirnya kini Abi sudah bisa buang air besar secara normal melalui anus.
Operasi tahap pertama dilakukan tim medis dengan jalan membuatkan anus sementara di perut pasien. Tujuannya agar pasien bisa buang air besar, meski tidak secara normal. Operasi lanjutan adalah memotong bagian usus yang mengalami kelainan. Lalu, untuk operasi ketiga adalah mengembalikan fungsi anus sebagai saluran pembuangan terakhir setelah ususnya dinyatakan normal.
Kebagiaan juga dirasakan oleh Mas Abu setelah melihat kesembuhan Abi. Menurutnya, bukan hanya putra Dedi Remono yang akan diperhatikan oleh Pemkot Kediri, tetapi seluruh masyarakat Kota Kediri, khususnya warga kurang mampu. Bantuan pemerintah bisa diwujudkan melalui BPJS Kesehatan Jamkesda, Jamkesmas dan Bansos. "Ada lagi program kesehatan Pemkot Kediri yang masih kita godok," janjinya.
Meskipun berada di Kabupaten Kediri, Mas Abu juga memuji Aura Syfa. Sebagai rumah sakit swasta yang ada di luar Kota Kediri, ternyata Aura Syfa bisa bekerjasama dengan Pemkot Kediri. (rif/rus)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




