Rabu, 22 Mei 2019 16:58

Tradisi Barong Ider Bumi, Budaya Lebaran Khas Adat Osing di Banyuwangi yang Masih Dipertahankan

Selasa, 27 Juni 2017 12:25 WIB
Wartawan: Ganda Siswanto
Tradisi Barong Ider Bumi, Budaya Lebaran Khas Adat Osing di Banyuwangi yang Masih Dipertahankan
Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Bupati Anas berbaur bersama masyarakat dan wisatawan menyantap pecel phitik suguhan selamatan kampong Osing.

BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kampong Osing yang berada di Desa Kemiren Banyuwangi memiliki sebuah tradisi yang sangat unik setiap usai Lebaran, yakni Barong Ider Bumi. Tradisi ini merupakan adat masyarakat kampung Osing untuk menjauhkan desanya dari mara bahaya atau pageblug (wabah penyakit).

Ritual tradisi adat ini dilakasanakan rutin oleh masyarakat osing setiap 2 syawal, seperti yang digelar Senin (26/6) kemarin. Tradisi adat ini diawali ritual sembur othik-othik, yakni ritual melempar (menyembur) uang receh yang dicampur beras kuning dan bunga. Ritual ini melambangkan warga yang membuang (melempar) sial dari Desa Kemiren.

Usai ritual sembur othik-othik, seluruh warga kemudian mengarak tiga Barong Osing yang diawali dari pusaran (gerbang masuk) desa ke arah barat menuju tempat mangku barong sejauh dua kilometer. Selain warga, para sesepuh juga ikut berjalan mengarak barong-barong tersebut sambil melafalkan doa-doa untuk keselamatan seluruh warga. Setelah diarak sejauh dua kilometer, para Barong digiring kembali ke pusarannya yang langsung diakhiri dengan kenduri massal oleh warga di sepanjang jalan desa.

Tradisi Barong Ider Bumi kali ini dibuka langsung oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya didampingi Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Senin (26/6). Tidak hanya membuka, Menpar dan Bupati juga ikut mengarak barong. Saat mengarak Barong, menpar menunggangi kereta kencana, sedangkan Bupati Anas menunggangi kuda kencak.

Bahkan Menpar dan Bupati juga mengikuti kenduri massal yang menyuguhkan menu makanan pecel phitik khas Desa Kemiren. Keduanya berbaur bersama masyarakat desa juga wisatawan domestik maupun mancanegara yang mengikuti prosesi Barong Ider Bumi Tahun ini.

Menpar Arief Yahya mengatakan sengaja mengunjungi Banyuwangi dalam lebaran kali ini karena Banyuwangi merupakan salah satu kota terbaik yang masuk 10 besar branding pariwisata nasional,

"Maka dari itu saya semakin yakin dengan diadakannya tradisi ini setiap tahunnya akan bisa mendatangkan lebih banyak lagi wisatawan yang datang ke Banyuwangi. Tradisi seperti ini bisa mengangkat nilai-nilai kebudayaan desanya," ujarnya.

"Dengan suguhan yang sangat sederhana tetapi bisa menyugukan kesenian yang bagus, tradisi yang semacam ini bisa mendatangkan para  wisatawan.Saya menginginkan dengan adanya tradisi seperti ini ada nilai perekonomiannya, dikarenakan pada prinsipnya pariwisata itu terdiri dua nilai besar, yakni dari nilai kebudayaannya dan juga nilai perekonomiannya. Kedua hal itu harus saling bersinergi untuk bisa memperkuat tradis desa di pertahankan," terangnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Menpar akan membantu pembentukan BUMDs yang basisnya adalah pariwisata dan kebudayaan. BUMDes tersebut nantinya akan mengelola berbagai usaha, misalnya homestay dengan culture nusantara adat osing. Ia berharap dengan adanya BUMDes seperti itu akan memunculkan perekonomian yang bisa drasakan oleh masyarakat desa.

"Selain itu, pihak Kemenpar juga membantu event-event festival yang penyelenggaraannya minimal sudah berjalan 4 tahun. Dan Kemenpar juga membantu alat-alat kesenian desa Kemiren berupa satu set barong dan satu set gamelan," urai Arief Yahya.

"Dan saya meminta kepada masyarakat maupun pengelola wisata yang ada di Banyuwangi semua harus bisa menata dengan baik aset destinasinya. Saya juga mengingatkan kalau sudah nilai perekonomian wisatanya berkembang dengan baik, masyarakat sebagai pengelola tidak boleh egois. Apa yang dibutuhkan oleh customer harus kita perhatikan," jelasnya. (bwi1)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Suparto Wijoyo
Rabu, 22 Mei 2019 11:24 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SAYA menyaksikan penuh kagum terhadap para kompetitor yang menyorong sekehendaknya. Dengan nyaman menikmati gelisah rakyat yang sangat mayoritas. Para promotor pertandingan tergiring dalam alun langkahnya dengan kosa laku yang...
Sabtu, 18 Mei 2019 12:13 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag41. Walaqad sharrafnaa fii haadzaa alqur-aani liyadzdzakkaruu wamaa yaziiduhum illaa nufuuraanDan sungguh, dalam Al-Qur'an ini telah Kami (jelaskan) berulang-ulang (peringatan), agar mereka selalu ingat. Tetapi (p...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Jumat, 17 Mei 2019 16:44 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...