Selasa, 15 Juni 2021 21:20

Tanya-Jawab Islam: Salat Witir Kok Tiga Rakaat Langsung?

Kamis, 22 Juni 2017 00:51 WIB
Tanya-Jawab Islam: Salat Witir Kok Tiga Rakaat Langsung?
DR KH Imam Ghazali Said MA

>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<<

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr wb, Pak yai saya mau tanya sebab saya bingung, kenapa salat witir bisa bermacam-macam rakaatnya padahal tidak diqosor. Di tempat saya, imam kadang salat witirnya dua rakaat terus ditambah satu rakaat. Dan terkadang imam yang lain itu langsung tiga rakaat, mana yang benar menurut rasul? Mohon pencerahannya. Terima kasih. (Abdullah, Papua)

Jawaban:

BACA JUGA : 

Tanya-Jawab Islam: Enam Tahun Pisah Ranjang, Tapi Masih Satu Rumah, Mohon Pencerahan

Tanya-Jawab: Uang Hasil Makelaran, Halalkah Komisinya?

Tanya-Jawab: Suami Miliki Jimat Kumis Harimau, Jadi Kuat Segalanya

Tanya-Jawab: Ingin Menikahi Tante dari Ibu, Bolehkah?

Salat witir adalah salat yang dikerjakan pada waktu setelah salat isya’ hingga waktu fajar terbit sebagai penutup salat malam. Salat witir ini tidak hanya dilakukan pada waktu bulan Ramadhan saja setelah salat tarawih, tapi juga diperintahkan setiap malam sepanjang tahun.

Perintah salat witir ini bersumber langsung dari Sabda Rasul. Abdullah bin Umar melaporkan bahwa rasul bersabda:

عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ؛ قَالَ اجْعَلُوْا آخِرَ صَلاَتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْراً. متفق عليه

“Jadikanlah akhir salat kalian di malam hari dengan salat witir”. (Hr. Bukhari)

Dan jumlah rakaat dalam salat witir itu boleh satu rakaat, tiga rakaat atau lima rakaat, yang penting dengan hitungan ganjil. Abu Ayyub al-Ansari melaporkan bahwa Rasul bersabda:

قَالَ رَسُولُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْوِتْرُ حَقٌّ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ فَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُوتِرَ بِخَمْسٍ فَلْيَفْعَلْ وَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُوتِرَ بِثَلَاثٍ فَلْيَفْعَلْ وَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُوتِرَ بِوَاحِدَةٍ فَلْيَفْعَلْ

“Shalat Witir itu sebuah keniscayaan bagi setiap muslim. Barang siapa yang ingin berwitir dengan lima rakaat, maka kerjakanlah; dan yang ingin berwitir tiga rakaat, maka kerjkanlah; dan yang ingin berwitir satu rakaat, maka kerjakanlah!”. (Hr. Abu Dawud: 1421)

Abu Busroh juga melaporkan bahwa Rasul bersabda:

قال رسول الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :” إِنَّ اللَّهَ زَادَكُمْ صَلَاةً فَحَافِظُوا عَلَيْهَا ، وَهِيَ الْوَتْرُ ؛ فَصَلُّوْهَا فِيْمَا بَيْنَ صَلاَةِ الْعِشَاءِ إِلىَ صَلاَةِ الْفَجْرِ”. أخرجه أحمد.

“Sesungguhnya Allah telah menambah untuk kalian satu shalat, maka jagalah shalat tersebut. Shalat itu adalah Shalat Witir. Maka shalatlah di antara shalat Isya’ sampai shalat fajar”. (Hr. Akhmad)

Dan waktu salat Isya’ itu dikerjakan antara waktu salat isya’ sampai terbitnya fajar. Aisyah ra melaporkan sebuah hadis bahwa:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي فِيمَا بَيْنَ أَنْ يَفْرُغَ مِنْ صَلَاةِ الْعِشَاءِ وَهِيَ الَّتِي يَدْعُو النَّاسُ الْعَتَمَةَ إِلَى الْفَجْرِ إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً يُسَلِّمُ بَيْنَ كُلِّ رَكْعَتَيْنِ وَيُوتِرُ بِوَاحِدَةٍ أخرجه مسلم.

“Dahulu, Rasul shalat antara setelah selesai shalat Isya, yaitu yang disebut oleh orang-orang dengan al-‘atamah sampai fajar sebelas rakaat dengan salam setiap dua raka’at dan berwitir satu raka’at”. (Hr. Muslim).

Adapun cara melakukan salat witir yang tiga rakaat itu harus berbeda dengan bentuk salat maghrib. Ada dua bentuk salat witir yang tiga rakaat. Pertama, salat witir terlebih dahulu dua rakaat kemudian satu rakaat. Tentu ini berbeda dengan salat maghrib. Kedua, salat witir langsung tiga rakaat sekaligus, maka harus dilakukan tanpa adanya tahiyat awal agar berbeda dengan salat maghrib.

Abu Hurairah melaporkan sebuah hadis bahwa Rasul bersabda:

لا توتروا بثلاث أوتروا بخمس أو بسبع ولا تشبهوا بصلاة المغرب

“Janganlah lakukan shalat witir yang tiga rakaat seperti shalat Maghrib. Namun berwitirlah dengan lima atau tujuh rakaat”. (Hr. Ibnu Hibban:2429).

Maka, dua bentuk salat witir sebagaimana yang Bapak maksud itu boleh dilakukan, dan memang seperti itulah yang diajarkan rasul kepada kita semua umatnya, agar kita ringan dalam menjalankan ibadah. Bisa dengan bentuk yang pertama, bisa juga dengan bentuk salat yang kedua. Ini adalah sebuah hikmah Allah kepada hambanya. Wallahu A’lam.

Demam Euro 2021, Warga Desa di Pasuruan Ini Kibarkan Ratusan Bendera Ukuran Raksasa
Senin, 14 Juni 2021 23:58 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Euforia sepak bola Piala Eropa atau Euro tahun 2021 menggema di seluruh penjuru dunia, tak terkecuali di tanah air. Warga pesisir di Kabupaten Pasuruan misalnya, mereka ikut memeriahkan perhelatan Euro 2021 dengan mema...
Jumat, 04 Juni 2021 10:27 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Bukit Kehi, destinasi wisata yang satu ini berada di Kota Pamekasan. Bukit Kehi menawarkan pemandangan daerah pegunungan yang hijau mempesona. Pengunjung bahkan bisa berenang di sejuknya hawa pegunungan di pulau gar...
Selasa, 15 Juni 2021 06:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com-RUU Pajak makin ramai dan kontroversial. Tapi suara fraksi-fraksi di DPR kali ini menolak. Alias tak mendukung rencana pemerintah.Apa benar ini karena Pilpres sudah dekat? Atau karena para pimpinan parpol belum dipanggil pr...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 12 Juni 2021 09:55 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...