"Kami memang diinstruksikan untuk menjaring tokoh eksternal yang mendapat dukungan rakyat. Yang penting punya track record yang bagus, careless, wearless atau perhatian kepada rakyat, dan harus punya visi yang jauh," beber Untari.
Ia juga tidak membantah kalau sudah ada pembicaraan cukup serius dengan PKB Jatim terkait rencana koalisi di Pilgub Jatim.
"Kalau PKB mau bergabung untuk berkoalisi, PDIP akan menyambut dengan gembira. Kalau PKB gabung ya mereka akan usung Gubernur dan kita Wagubnya. Yang penting Jatim teduh dan tidak gaduh," kelakar aktivis koperasi ini.
Di internal PDIP Jatim sendiri terdapat sejumlah nama kader yang digadang-gadang ikut meramaikan Pilgub Jatim. Di antaranya, Kusnadi (Ketua DPD PDIP Jatim), Sri Untari (Sekretaris PDIP Jatim), Budi "Kanang" Sulistyo (Wakil ketua PDIP Jatim dan Bupati Ngawi), Tri Rismaharani (Wali Kota Surabaya), Abdullah Azwar Anas (Bupati Banyuwangi, Woro Reny Pramono (Bendahara DPD PDIP Jatim dan adik Pramono Anung).
Ditambahkan Untari, PDIP juga memiliki mekanisme penugasan. Artinya, bisa saja ada nama kader yang tidak masuk penjaringan tapi direkomendasikan DPP untuk maju di Pilgub Jatim.
"Jadi jika kader itu tidak ada dalam penjaringan tapi direkomendasikan, berarti dia masuk dalam mekanisme penugasan," imbuh anggota Komisi C DPRD Jatim ini. (mdr/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




